
KARANGASEM – Polsek Bebandem, Karangasem, menunjukkan kesigapan dalam menangani kasus penipuan online dengan berhasil membongkarnya dalam waktu kurang dari 12 jam. Kasus ini menarik perhatian publik karena salah satu korbannya adalah anggota DPRD Karangasem.
Kanit Reskrim Polsek Bebandem, IPDA. Pande I Gede Suniantara, dikonfirmasi, Senin (4/8), membenarkan pengungkapan kasus penipuan online tersebut. Menurutnya, kasus ini terungkap setelah korban melapor tentang penipuan melalui WhatsApp pada Sabtu (2/8) sekitar pukul 14.00 Wita.
“Berdasarkan laporan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi dua nomor HP yang digunakan terduga pelaku serta sebuah rekening BCA atas nama Ayu,” kata IPDA Suniantara.
Dengan informasi yang akurat, tim Buser Polsek Bebandem segera melacak lokasi WNW (32), terduga pelaku penipuan online, di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Setelah tiba di lokasi, polisi melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku untuk mengumpulkan bukti terkait laporan penipuan online tersebut.
Awalnya WNW tidak mengakui perbuatannya, namun setelah ditemukan bukti-bukti yang kuat, termasuk sebuah HP yang digunakan untuk menghubungi korban dan sebuah bong/alat hisap sabu, dia akhirnya mengakui perbuatannya.
“Selain mengamankan pelaku, kami juga juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk proses penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Dalam proses penangkapan WNW, Polsek Bebandem juga berkolaborasi dengan Buser Narkoba Polres Karangasem setelah ditemukan barang bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan WNW dalam kasus narkoba. Temuan bong berisi sisa sabu-sabu habis pakai menjadi salah satu faktor yang memperkuat kerja sama antar unit tersebut.
Hasil tes urine menunjukkan bahwa WNW positif menggunakan narkoba, sementara penggeledahan lebih lanjut di kamar tidurnya membuahkan hasil penemuan paket serbuk kristal yang terbungkus plastik klip bening, yang diduga kuat sebagai sabu-sabu.
Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait asal usul narkoba yang disimpan WNW di kamarnya,” ungkap seorang petugas yang enggan disebutkan namanya sekaligus menambahkan, bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.(wat)








