
KARANGASEM – Aksi pencurian perangkat Base Transceiver Station (BTS) terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Karangasem. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menganalisis rekaman CCTV.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengonfirmasi pencurian itu diketahui setelah pihak perusahaan menerima informasi adanya alarm yang menunjukkan perangkat Board Not In Position (UBBP) hilang.
“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar Artono.
Ia menjelaskan, informasi awal hilangnya perangkat BTS diterima pelapor Herpansyah dari kantor MKU pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 11.46 Wita. Ia menyebut alarm perangkat UBBP tidak berada di tempatnya.
Pelapor kemudian mendatangi tower DMT di Jasri Kelod, Lingkungan Subagan, Karangasem. Satu unit UBBP dan lima unit SFP telah raib dari box BBU.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke tower milik Protelindo yang juga berada di wilayah Jasri Kelod. Setelah mendapat pendampingan dari pihak terkait, petugas membuka rak BTS dan menemukan satu unit UBBP serta dua unit SFP telah hilang.
Dari dua lokasi tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp7,5 juta. Perangkat yang hilang terdiri dari dua unit UBBP dengan nilai sekitar Rp3 juta serta tujuh unit SFP senilai sekitar Rp3,5 juta.








