
KARANGASEM – Warga Banjar Rendang Kelod, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, memasang palang pembatas untuk truk galian C yang selama ini melintasi jalur tersebut.
Palang besi itu dipasang oleh warga di akses jalur menuju setra Desa Adat Rendang dan SMAN 1 Rendang.
“Benar, palang pembatas dipasang warga sekitar seminggu lalu. Pembuatannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” kata Perbekel Desa Rendang, I Nengah Kariasa saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2027).
Menurutnya, pamasangan palang dilakukan karena warga khawatir sekaligus resah akses jalan tersebut dilintasi puluhan truk pengangkut material galian C setiap hari.
Selain mengganggu kenyamanan, terutama pada malam hari akibat kebisingan kendaraan, warga juga khawatir beban berat truk akan mempercepat kerusakan jalan yang baru diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.
“Jalan ini merupakan akses utama permukiman. Kalau setiap hari dilewati kendaraan bertonase besar, tentu umur jalan tidak akan lama. Bisa saja dalam waktu sebulan kondisinya kembali rusak, padahal warga sudah lama menunggu perbaikannya,” tegasnya.
Kariasa menjelaskan, truk galian C tidak hanya melintas ke arah selatan melalui perempatan Desa Rendang, tetapi juga menggunakan jalur ke arah utara. Namun, pembatas hanya dipasang di jalur selatan.
“Jalur utara masih menjadi akses kendaraan pariwisata, termasuk bus yang membawa wisatawan menuju kawasan wisata di wilayah tersebut. Karena itu, warga memilih tidak menutup akses tersebut agar aktivitas pariwisata tetap berjalan lancar,”jelasnya.
Langkah pemasangan palang pembatas ini diharapkan mampu menjaga kondisi jalan lingkungan tetap awet sekaligus mengurangi gangguan terhadap aktivitas dan kenyamanan masyarakat sekitar.








