
DENPASAR – Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar), dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes, kini telah resmi menyandang gelar doktor. Perempuan kelahiran Denpasar 11 Oktober 1986 ini dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, setelah melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Selasa (14/7/2026).
Dalam sidang tersebut, dr. Pradnyawati yang menekuni bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Layanan Mobile Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) dalam Program Pencegahan HIV pada Populasi Umum di Pasar Badung, Kota Denpasar”.
dr. Pradnyawati menuturkan, infeksi HIV menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi bagi pengidapnya. Oleh karena itu pencegahan HIV sangatlah penting, salah satunya dengan Pre-Exposure prophylaxis (PrEP).
Selain populasi kunci, populasi umum seperti pedagang juga disebut memiliki risiko karena perilaku seksual yang tidak aman dan rentan terinfeksi HIV. Namun di tengah kesibukan, menyebabkan mereka enggan mengakses fasilitas kesehatan.
“Tujuan penelitan ini untuk mengembangkan dan menilai kelayakan model layanan mobile PrEP dalam program pencegahan HIV pada populasi umum di Pasar Badung, Kota Denpasar,” ucapnya.
Penelitian yang dilakukan ini merupakan implementation research dengan menggunakan rancangan mix-methods. Rancangan penelitian ini adalah exploratory yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama kualitatif dengan melibatkan 25 informan dan dilanjutkan tahap kedua kuantitatif dengan melibatkan 250 responden.
Proses pengumpulan data dilakukan selama 6 bulan, yakni pada bulan Juli – Desember 2025. Analisis data kualitatif menggunakan analisis thematic, sedangkan analisis data kuantitatif dianalisis dengan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasilnya, ada sebuah fenomena baru yang ditemukan terkait penyebaran HIV di Pasar Badung. Berdasarkan hasil risetnya, sekitar 30 persen responden mengaku memiliki pasangan seksual lebih dari satu. Yang mana 26,4 persen di antaranya, tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan tidak tetap.
Menurut dia, temuan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola penyebaran HIV. Dari yang selama ini identik dengan populasi kunci seperti pekerja seks ataupun Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) maupun waria, ke populasi umum termasuk para pedagang dan ibu rumah tangga.
“Kasus HIV kini tidak lagi hanya terjadi pada populasi kunci. Ada fenomena pergeseran ke populasi umum, khususnya pedagang di Pasar Badung, termasuk ibu rumah tangga. Bahkan dalam beberapa kondisi, jumlah kasusnya sudah melebihi populasi kunci,” bebernya.
Berangkat dari hasil penelitian inilah, dr. Pradnyawati menawarkan inovasi layanan kesehatan berupa “Mobile Pre-Exposure Prophylaxis (Mobile PrEP)”. Inovasi ini diyakini mampu menjadi sebuah strategi efektif dalam pencegahan HIV.
Pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat. Dengan demikian, maka tidak lagi bergantung pada kedatangan pasien ke fasilitas kesehatan.
Model layanan mobile PrEP untuk pencegahan HIV pada populasi umum telah terbukti meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kesinambungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta menjangkau masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah kesibukan para pedagang di Pasar Badung, Kota Denpasar.
“Melalui Mobile PrEP, klinik yang mendatangi masyarakat. Misalnya dengan hadir langsung di lingkungan pasar atau tempat kerja. Dengan begitu, hambatan seperti jarak, biaya transportasi, maupun keterbatasan waktu dapat diminimalkan. Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sidang promosi terhadap dr. Pradnyawati ini dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Biomedis, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes. selaku Ketua Sidang. Dengan tim penguji yakni Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., Dr.PH. (Promotor), Dr. Luh Seri Ani, SKM., M.Kes. (Kopromotor I), Dr. Ni Ketut Sutiari, SKM., M.Si. (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si., Prof. Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes., Dr. drh. I Made Subrata, M.Erg., Ni Made Utami Dwipayanti, ST., MBE.nv., Ph.D., Dr. dr. Ketut Suarjana, S.Ked., MPH., dan Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid. Turut hadir dalam gelaran sidang promosi tersebut yakni Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., para dosen, kolega, serta keluarga.*








