
KUTSEL – Puluhan pedagang pantai di Kawasan The Nusa Dua belum lama ini mendapat pelatihan kewirausahaan. Melalui kegiatan tersebut, mereka diharapkan bisa semakin profesional.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menuturkan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC. Ini seiring dengan komitmen ITDC dalam memberdayakan masyarakat sekitar kawasan, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelaku usaha lokal sebagai bagian integral dari ekosistem pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan The Nusa Dua. Karena disadari, keberadaan masyarakat dan pelaku usaha lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pariwisata di The Nusa Dua.
“The Nusa Dua tidak hanya dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Melalui pelatihan kewirausahaan ini, kami ingin mendorong para pedagang pantai agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan pasar, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menghadirkan produk dan layanan yang berkualitas sehingga dapat mendukung pengalaman wisata yang lebih baik bagi para pengunjung,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan dari Paguyuban Sekar Sari, yakni Ni Wayan Adina Wati mengaku mendapat manfaat nyata dari pelaksanaan pelatihan tersebut. Utamanya dalam meningkatkan kemampuan melayani dan menawarkan produk agar lebih menarik bagi pengunjung.
“Kami berharap ITDC dapat terus menghadirkan program pembinaan, motivasi, serta melakukan monitoring secara berkala ke lapangan, sehingga aspirasi dan kendala para pedagang dapat terus didengar,” harapnya.
Untuk diketahui, pelatihan ini menghadirkan sejumlah materi penguatan karakter wirausaha, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, pelayanan prima (service excellence), serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar pariwisata. Sejalan dengan semangat Customer Experience (CX100) Danantara, diyakini bahwa pengalaman terbaik wisatawan dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di kawasan, termasuk para pelaku usaha lokal yang berinteraksi langsung dengan pengunjung.*








