
KUTA – UPTD Badung Lifeguard turut mengerahkan personel dan unit keselamatan pantai, termasuk jetski, untuk mencari dua bocah yang terseret arus di Pantai Kuta, Minggu (7/6/2026). Kedua korban yang tengah dicari tersebut diketahui bernama Airlangga Andrianto (13) dan Noval Aditya Saputra (8).
Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta, I Wayan Somer menuturkan, laporan darurat awalnya diterima oleh anggotanya, yakni Wayan Krisna Widarma dan Ketut Agus Setiana. Upaya pencarian sempat dilakukan hingga pukul 21.00 Wita pada hari kejadian. Namun, tim di lapangan terpaksa menghentikan sementara penyisiran karena dihadapkan dengan ombak yang semakin besar dan berkurangnya jarak pandang akibat hari yang semakin gelap.
Pencarian pun kembali dimaksimalkan keesokan harinya. Termasuk pada Selasa (9/6/2026), sejak pagi hari Badung Lifeguard telah mengerahkan sejumlah anggotanya.
”Hari ini, mulai pagi tadi, anggota kami juga kembali ikut melakukan pencarian. Kami menurunkan jetski dengan enam orang personel. Ada pula anggota kami yang melakukan penelusuran dengan rescue board dan memantau arus dari kejauhan,” imbuh Somer.
Disampaikan Somer, saat itu, tempat kejadian yakni di selatan shelter tsunami atau depan Setra Desa Adat Kuta, sebenarnya merupakan area larangan berenang. Bahkan bendera merah sebagai penanda, telah terpasang pada tempat bersangkutan.
Namun berkaca dari beberapa kali kejadian terseret arus di Pantai Kuta, katanya ada tiga titik yang biasa menjadi lokasi terdamparnya korban. Yakni di Kuta Reef, depan Hard Rock, atau di area Pantai Seseh.
”Jadi kami pantau pergerakan arusnya untuk prediksi dimana munculnya,” sebut Somer.
Melalui upaya maksimal ini, Somer berharap proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak tersebut dapat segera membuahkan hasil, dan kedua korban dapat segera ditemukan dalam kondisi terbaik. (adi)








