
DENPASAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali menilai pertumbuhan sektor pariwisata pada 2026 tidak hanya ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), tetapi juga kualitas wisatawan yang dinilai semakin baik. Indikatornya terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel berbintang yang kini mencapai lebih dari 70 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan hingga 23 Juli 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata telah mencapai 3,7 juta orang. Australia masih menjadi pasar terbesar, disusul India dan China.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas industri pariwisata, terutama sektor akomodasi.
“Rata-rata okupansi hotel berbintang saat ini berada di atas 70 persen. Ini menjadi indikator bahwa wisatawan yang datang memiliki kualitas yang baik dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tren kunjungan mulai meningkat sejak memasuki musim liburan pertengahan tahun atau high season pada Juni dan Juli.
Jika pada bulan-bulan sebelumnya jumlah kedatangan wisatawan berkisar 18 ribu orang per hari, maka selama Juni hingga Juli melonjak menjadi 20 ribu hingga 24 ribu orang per hari, bahkan sempat mencapai 25 ribu wisatawan dalam sehari.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 juga tercatat meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meningkatnya aktivitas wisata juga berkontribusi terhadap penerimaan Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Hingga 26 Juli 2026, penerimaan PWA telah mencapai Rp208 miliar.
Angka tersebut bertambah sekitar Rp3 miliar hanya dalam tiga hari, setelah pada 23 Juli realisasinya tercatat sebesar Rp203 miliar.
Sumarajaya menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pungutan wisatawan asing mulai memberikan kontribusi nyata bagi pendanaan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas destinasi wisata Bali.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah wisatawan yang datang, tetapi bagaimana kunjungan tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan mendukung keberlanjutan pariwisata Bali,” katanya. (*)








