
DENPASAR – Kabar duka menyelimuti Partai Golkar Bali. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gianyar sekaligus anggota DPRD Kabupaten Gianyar tiga periode, I Wayan Gede Sudarta, meninggal dunia saat menjalani pengobatan di Penang, Malaysia, Minggu (26/7/2026) malam.
Kepergian politisi yang akrab disapa Yande Sudarta itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, maupun jajaran Partai Golkar. Almarhum yang berasal dari Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, diketahui telah menjalani pengobatan di Negeri Jiran selama sekitar dua pekan.
Sebelum berangkat ke Malaysia,Yande Sudarta sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ari Canti, Ubud, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bintang, Klungkung. Seluruh biaya pengobatan di Malaysia ditanggung secara pribadi sebagai upaya mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih, mengaku sangat terkejut saat menerima kabar duka tersebut. Menurutnya, saat terakhir menjenguk almarhum sebelum berangkat ke Malaysia, kondisi Pak Yande justru terlihat membaik.
“Saya sempat berpikir beliau ke Malaysia untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih baik. Saat saya menjenguk, beliau tampak segar. Kami bahkan berbincang hampir tiga jam. Beliau lebih banyak duduk dan bercerita, sehingga saya yakin kondisinya akan segera membaik,” ujar Sumarjaya Linggih via telpon dari Jakarta.
Politisi yang akrab disapa Demer itu mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. Selama memimpin DPD II Golkar Gianyar sejak Oktober 2025, Demer disebut selalu aktif melaporkan perkembangan organisasi secara langsung.
“Beliau sangat enerjik dalam menjalankan tugas. Hampir setiap saat datang ke rumah untuk melaporkan perkembangan organisasi. Hubungan kami sangat dekat. Karena itu saya benar-benar merasa kehilangan,” katanya.
Menurutnya, kesan yang paling banyak disampaikan para teman-teman adalah sosok Yande Sudarta yang dikenal baik dan mudah bergaul.
“Semua teman-teman yang datang mengatakan beliau orang baik. Itu yang paling saya ingat,” ucapnya.
Demer diketahui mengabdikan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Gianyar selama tiga periode. Pada Oktober 2025, ia dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Gianyar untuk masa bakti 2025–2030.
Seiring wafatnya Demer, DPD I Partai Golkar Bali memastikan segera menyiapkan langkah organisasi agar roda kepengurusan tetap berjalan. Selain mengusulkan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) untuk kursi DPRD, partai juga akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Gianyar.
“PAW tentu akan kami proses karena jabatan itu tidak boleh terlalu lama kosong. Untuk kepengurusan partai, DPD I akan segera menunjuk Plt setelah seluruh rangkaian upacara selesai,” tegas Sumarjaya Linggih. (*)








