
GIANYAR – Sebanyak 16 mahasiswa KKN Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar sosialisasi perilaku hidup bersih di SD Negeri 1 Suwat, Gianyar, Rabu (22/7/2026) lalu. Kegiatan ini ditujukan untuk membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta TPB 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pendekatan yang ringan dan interaktif, mahasiswa berupaya menjadikan pesan kesehatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Tingkat sekolah dasar, sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan, karena dianggap sebagai tempat paling tepat untuk menanamkan kebiasaan sehat pada anak-anak. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menyampaikan materi seputar mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kuku, membuang sampah pada tempatnya, merapikan pakaian, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah diterima siswa. Para mahasiswa juga mengajak anak-anak praktik langsung, sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan teoritis.
Koordinator kelompok KKN, I Komang Gede Darmika Yogantara mengatakan, kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya mengetahui pentingnya kebersihan, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa hidup bersih itu bukan sesuatu yang rumit. Hal-hal kecil seperti mencuci tangan sebelum makan dan membuang sampah pada tempatnya sudah merupakan langkah besar untuk menjaga kesehatan,” ujarnya sembari menambahkan bahwa kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar, karena pada tahap inilah anak-anak paling mudah menyerap dan meniru perilaku yang dicontohkan.
Sementara itu, sebagai dosen pembimbing KKN, dr. Anak Agung Sri Agung Aryastuti, M.Sc, yang juga dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dari perspektif kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, edukasi perilaku hidup bersih merupakan langkah dasar dalam pencegahan penyakit.
“Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan sejak kecil karena kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Mencuci tangan, menjaga kuku tetap bersih, dan peduli pada lingkungan sekolah adalah perilaku sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kesehatan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendukung TPB 3, tetapi juga TPB 4 karena pendidikan yang baik harus membentuk perilaku sehat, bukan hanya menambah pengetahuan akademik. Ia juga menilai, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kesehatan anak. Melalui kegiatan seperti ini, pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Karena itu, ia berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Jika sekolah, mahasiswa, dan masyarakat bekerja bersama, dampaknya akan jauh lebih luas,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Saat mahasiswa memperagakan cara mencuci tangan yang benar, siswa tampak bersemangat menirukan gerakan tersebut. Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa bahkan berebut untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Interaksi yang cair ini membuat kegiatan terasa hidup dan tidak kaku. Anak-anak terlihat menikmati rangkaian acara yang dikemas secara sederhana namun menarik.
Bagi para guru, kegiatan ini menjadi tambahan edukasi yang bermanfaat bagi siswa. Kebiasaan hidup bersih yang diperkenalkan melalui sosialisasi diharapkan dapat memperkuat pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Dari sekolah, kebiasaan itu diharapkan terbawa ke rumah dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Dengan cara ini, pesan perilaku hidup bersih tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga menyebar ke lingkungan keluarga.
Kegiatan sosialisasi di SD Negeri 1 Suwat ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap TPB dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat lokal. Edukasi kebersihan mungkin tampak kecil, tetapi bagi anak-anak, inilah bekal penting untuk membangun pola hidup sehat di masa depan.
Mahasiswa KKN Unwar membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Program ini juga meninggalkan kesan positif bagi siswa, guru, maupun mahasiswa. Selain memberi pengetahuan baru, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada anak-anak secara efektif. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, sosialisasi ini memperlihatkan bahwa perubahan besar kerap dimulai dari kebiasaan kecil yang diajarkan secara konsisten.*








