
GIANYAR – Pemkab Gianyar melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial pemerintah agar lebih efektif, informatif, interaktif, dan terintegrasi dengan layanan pemerintahan digital. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi publik di era digital sekaligus menghadirkan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas pengelolaan informasi dan komunikasi publik, Diskominfo Kabupaten Gianyar mengunjungi Diskominfo Kota Makassar Kamis (16/7/2026). Mengingat medsos Pemkot Makassar yang dikelola Diskominfo begitu ‘hidup’ dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan mempelajari tata kelola informasi digital, keterbukaan informasi publik, serta strategi komunikasi pemerintah yang adaptif di era digital.
Rombongan Diskominfo Gianyar dipimpin Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik (IKP), Ni Luh Made Astiti, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, S.STP., M.Si., beserta jajaran di Kantor Diskominfo Kota Makassar.

Dalam pemaparannya, Muhammad Roem menjelaskan berbagai inovasi yang telah diterapkan Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola komunikasi publik. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan sistem pelayanan publik yang cepat, terbuka, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan Gianyar adalah pola kolaborasi Diskominfo Kota Makassar dengan insan pers. Pemerintah Kota Makassar tidak hanya membangun kemitraan dengan media massa, tetapi juga melibatkan organisasi media dan komunitas pengelola media sosial dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Saat ini, lebih dari 30 perwakilan media dan pengelola informasi digital secara rutin berkolaborasi bersama Diskominfo Kota Makassar. Pola kemitraan tersebut dinilai mampu memperkuat penyebaran informasi pemerintah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi resmi.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga diperkenalkan dengan aplikasi layanan publik LONTARA+, sebuah platform digital yang menjadi kanal resmi Pemerintah Kota Makassar untuk menerima pengaduan, aspirasi, saran, maupun masukan dari masyarakat.
Melalui LONTARA+, masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara cepat dan mudah yang selanjutnya diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti. Sistem ini menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Tak hanya berfokus pada pelayanan masyarakat, Diskominfo Kota Makassar juga menjadi pusat produksi konten komunikasi pemerintah.
Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pengambilan materi, penyuntingan hingga publikasi, dilakukan oleh tim internal dan didistribusikan melalui berbagai kanal media sosial resmi, seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan platform digital lainnya. Konten yang disajikan tidak hanya memuat informasi pembangunan, tetapi juga edukasi publik, sosialisasi kebijakan pemerintah, serta literasi digital bagi masyarakat.
Kepala Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Gianyar, Ni Luh Made Astiti, mengatakan kunjungan studi banding ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai inovasi komunikasi publik yang telah berhasil diterapkan di Kota Makassar.
Menurutnya, pengelolaan informasi publik saat ini tidak cukup hanya menyampaikan berita kegiatan pemerintah, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat. “Melalui studi banding ini kami memperoleh banyak referensi mengenai tata kelola informasi publik, pengelolaan media sosial pemerintah, pelayanan pengaduan masyarakat, hingga pola kolaborasi dengan media. Berbagai praktik baik yang sesuai tentu akan menjadi bahan evaluasi dan dapat diadaptasi di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.
Astiti menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan media massa merupakan salah satu kunci keberhasilan komunikasi publik. Dukungan media sangat penting agar setiap kebijakan, program pembangunan, maupun pelayanan pemerintah dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Melalui studi banding ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan komunikasi publik yang profesional, transparan, dan responsif. Berbagai praktik baik yang dipelajari dari Kota Makassar diharapkan dapat memperkuat sistem komunikasi publik di Kabupaten Gianyar sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi resmi, terpercaya, serta mendorong meningkatnya partisipasi publik dalam pembangunan daerah. (*)








