
BADUNG – Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Denpasar kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui program PUKAT Berbagi, organisasi ini sukses menggelar bakti sosial kesehatan mata yang diikuti lebih dari 500 peserta di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan, Kabupaten Badung, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA tersebut menghadirkan rangkaian layanan mulai dari edukasi kesehatan mata, pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata baca, hingga mini medical check-up bagi peserta berusia di atas 40 tahun.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Peserta berasal dari berbagai kalangan, di antaranya Seminari Tuka, SD Santo Thomas Aquinos, SMP Santo Thomas Aquinos, SMA Santo Thomas Aquinos, SD Negeri 3 Canggu, umat Paroki Roh Kudus Babakan, paroki sekitar seperti Tuka, Kulibul, dan Tangeb, masyarakat umum, serta Friends PUKAT Denpasar.
Ketua Panitia, Christoforus I Ketut Artawan, mengatakan Gereja Roh Kudus Babakan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki cakupan pelayanan umat yang luas serta menjadi titik strategis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata.
“PUKAT Keuskupan Denpasar berkomitmen menghadirkan pelayanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Gereja Babakan dipilih karena mampu menjangkau umat dari berbagai wilayah sekitar. Harapannya, masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan mata dan kacamata baca gratis, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini,” ujarnya.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah edukasi kesehatan mata yang disampaikan oleh dr. Krisnhaliani Wetarini, Sp.M, dokter spesialis mata dari RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Dalam paparannya, dr. Krisnhaliani menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mata, mengenali gejala gangguan penglihatan sejak dini, serta langkah-langkah pencegahan agar fungsi penglihatan tetap optimal. Peserta juga diberi kesempatan berdialog langsung melalui sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kesehatan mata.
Selain edukasi, peserta menjalani pemeriksaan mata yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama para optometris dari Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Bali. Bagi peserta yang membutuhkan, panitia menyediakan kacamata baca secara gratis sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

Sebagai pelengkap layanan kesehatan, peserta berusia di atas 40 tahun juga memperoleh fasilitas mini medical check-up tanpa dipungut biaya guna mendukung deteksi dini berbagai kondisi kesehatan.
Menariknya, bakti sosial ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan. Panitia juga memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Artawan mengungkapkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dan kerja sama berbagai pihak yang telah dipersiapkan secara matang.
“Puji syukur seluruh persiapan berjalan dengan baik. Kami berkoordinasi secara intensif bersama Paroki Roh Kudus Babakan, para tenaga kesehatan, relawan, donatur, dan seluruh mitra. Relawan PUKAT bersama tenaga kesehatan telah menyiapkan alur pelayanan sehingga peserta dapat dilayani dengan nyaman, tertib, dan efisien,” katanya.
Keberhasilan bakti sosial ini juga didukung oleh berbagai mitra, di antaranya IROPIN Bali, BCA, Astra Motor, BIMC Hospital, Mimousa Bali Bakes, Moniques Cake Shop, serta RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Apresiasi turut diberikan kepada Paroki Roh Kudus Babakan beserta Dewan Pastoral Paroki (DPP), Orang Muda Katolik (OMK), dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semangat kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan gereja menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menginspirasi semakin banyak pihak untuk terlibat dalam aksi sosial dan pelayanan kesehatan,” tutup Artawan.
Melalui program PUKAT Berbagi, PUKAT Keuskupan Denpasar berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan pelayanan sosial yang berkualitas, memperkuat semangat gotong royong, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)








