
KUTA – Pelebaran jalur pedestrian di Jalan Pantai Kuta mulai dilaksanakan. Bahkan pembongkaran sejumlah struktur bangunan di sepanjang area terdampak, terpantau tengah berlangsung.
Grand Istana Rama menjadi salah satu akomodasi yang terdampak dan harus melakukan penyesuaian. Pembongkaran secara khusus menyasar area luar ruangan (outdoor) milik 69 Bar and Resto yang berada di kawasan hotel tersebut.
General Manager Grand Istana Rama, I Made Dharmayasa membenarkan langkah penyesuaian ini. Ia menyebut pembongkaran area luar restoran itu sudah dilakukan sejak awal Juli lalu, sebagai bentuk komitmen dan dukungan penuh terhadap program pemerintah.
”Ini program pemerintah untuk kebaikan bersama, jadi tentu kami sangat mendukung. Pada gelombang pertama, penataan dimulai dari area eks Bali Anggrek ke arah selatan menuju Hard Rock. Setelah itu, pengerjaan berlanjut dari eks Bali Anggrek menuju kawasan Pullman,” ujar Dharmayasa.
Menurut Dharmayasa, langkah beautifikasi seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh Kuta guna mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata internasional. Namun, ia menekankan bahwa penataan sebaiknya tidak berhenti pada pelebaran trotoar semata, melainkan juga menyasar pembenahan tata kelola parkir dan kawasan Pantai Kuta secara menyeluruh.
”Secara pribadi, saya melihat ini sebagai inisiatif yang sangat bagus. Semakin tertata, tentu semakin baik. Ini akan menjadi daya tarik baru yang menyegarkan bagi Kuta. Apalagi nantinya jaringan kabel juga akan ditanam di bawah tanah, sehingga masyarakat dan wisatawan bisa makin nyaman berkunjung,” tambahnya.
Khusus untuk area pesisir pantai, Dharmayasa berharap pemerintah dapat meminimalisasi keberadaan bangunan permanen dan lebih memperbanyak ruang hijau. Selain itu, pemeliharaan fasilitas publik yang sudah ada juga perlu menjadi perhatian serius agar benar-benar berfungsi optimal.
”Fasilitas seperti charging station di pinggir jalan, misalnya, tampak kurang dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Malah sering kali kami lihat hanya dijadikan tempat teduh untuk memarkir kendaraan,” bebernya seraya berharap Kuta ke depan mampu menjadi destinasi yang memberikan kesan WOW, dan memberikan dampak kepada masyarakat tanpa menganggu kelestarian alam.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, I Nyoman Karyasa mengatakan bahwa yang saat ini dilakukan merupakan pekerjaan mock up atau percontohan. Dengan panjang yakni 10-20 meter sebagai gambaran awal desain pedestrian yang akan diterapkan di sepanjang Jalan Pantai Kuta.
“Setelah mock up dinilai sesuai, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap. Yang pasti trotoar diperlebar, ada taman, dan seluruh kabel utilitas maupun PLN akan diturunkan ke bawah,” katanya.
Mengenai pemindahan kabel ke bawah tanah, Karyasa menyebut bahwa dalam penataan ini juga dilaksanakan pembuatan fasilitas tempatnya. Setelah siap nanti, baru kemudian dilanjutkan dengan pemindahan yang ditarget telaksana tahun depan. “Utilitas dan kabel PLN nantinya akan diturunkan ke bawah tanah sehingga kawasan menjadi lebih bersih,” imbuhnya.
Untuk diketahui, bisa terlaksananya program ini tidak terlepas dari peranan pihak kecamatan, kelurahan, serta kepala lingkungan setempat. Koordinasi bersama masyarakat dan usaha-usaha terdampak telah dilaksanakan dari jauh sebelumnya,
“Kami fokus membantu komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat maupun pemilik usaha. Karena pembangunan ini harus berjalan dengan kolaboratif,” sebut Camat Kuta, I Made Agus Suantara sembari mengatakan bahwa pedestrian yang lebar, dan dilengkapi taman yang tertata serta fasilitas tempat duduk, diyakini mampu meningkatkan kenyamanan wisata.*








