
KUTA – Seorang pemuda “manusia silver” seolah tidak ada kapoknya. Berulang kali ditindak, pemuda Jakarta bernama Rifky ini lagi-lagi ditemukan melakukan aksi serupa di Jalan Sunset Road Kuta, Selasa (21/7/2026).
Seizin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Badung, Komandan Regu (Danru) Satpol PP BKO Kecamatan Kuta, I Wayan Suantara benar-benar menyayangkan temuan tersebut. Dia pun mengaku gregetan, karena pemuda ini terkesan ngeyel. “Ini sudah kesekian kalinya kita tindak yang bersangkutan. Tapi ternyata tidak kapok-kapok juga,” ucap Suantara dihubungi pada Rabu (22/7/2026).
Menyikapi hal ini, pihaknya juga tidak kapok-kapok memberikan pembinaan terhadap Rifky. Bertempat di Mako Satpol PP Kuta, ia kembali diedukasi dan diberikan sanksi sosial berupa kegiatan bersih-bersih. “Pelaku diamankan ke mako induk untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Di lapangan kita juga sudah berikan pembinaan,” ungkapnya.
Diceritakan Suantara, dalam penindakan sebelumnya pemuda ini bahkan sudah pernah dipulangkan ke daerah asal oleh Dinas Sosial. Di samping itu, hukuman fisik berupa pushup dan jongkok bangun, juga sudah diberikan hampir di setiap kali penemuan. Namun ternyata, itu masih belum cukup untuk membuatnya jera. Rifky datang kembali, dan melakukan hal yang sama.
Menurut Suantara, sikapnya ini tidak terlepas dari rupiah yang diperoleh. Karena ketika ditanya, Rifky sempat mengaku mampu mengantongi Rp200 ribu dalam sehari. Sehingga jika dikalikan, penghasilannya sebagai manusia silver bisa mencapai Rp6 juta dalam sebulan.
Karenanya, Suantara mengimbau agar masyarakat secara umum dapat berhenti memberikan uang kepada pengemis, pengamen, ataupun manusia silver di jalanan atas alasan rasa iba. Karena kebiasaan itu, dinilai justru dapat memicu semakin maraknya aktivitas serupa di ruang publik.
“Kami harap masyarakat turut berperan menyikapi persoalan ini. Langkah sederhananya, yakni dengan tidak memberikan ruang bagi praktik tersebut untuk berkembang,” pungkasnya.*








