
KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat pengembangan pendidikan anak usia dini melalui penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI).
Upaya tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Wantilan Sabha Prakerthi Kantor Bupati Karangasem, Rabu (22/7/2026), dan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata.
Ny. Mas Parwata mengatakan, pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai sejak anak berada pada usia emas. Menurutnya, layanan PAUD tidak cukup hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga harus terintegrasi dengan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan anak.
“Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Mari bersama memastikan mereka memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang baik, pemenuhan gizi, perlindungan, serta pengasuhan yang penuh kasih sayang. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan Generasi Emas Indonesia,” ujar Ny. Mas Parwata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pembelajaran, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 25 paket Alat Permainan Edukatif (APE). Bantuan itu akan didistribusikan kepada 24 taman kanak-kanak di Karangasem, terdiri atas 16 TK Negeri dan delapan TK Swasta.
APE tersebut diharapkan mampu menunjang proses belajar yang lebih kreatif, menyenangkan, sekaligus mendukung perkembangan motorik, sosial, dan kognitif anak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Tari Kupu-Kupu yang dibawakan siswa TK Negeri Pembina Karangasem. Selanjutnya, peserta menyaksikan video aktivitas Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, menerima arahan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, serta mengikuti pemaparan materi dari sejumlah narasumber mengenai kesehatan, gizi, pola pengasuhan, perlindungan anak, hingga penguatan Gerakan PAUD Berkualitas.
Melalui sosialisasi tersebut, implementasi PAUD Holistik Integratif di Kabupaten Karangasem diharapkan semakin optimal sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. (*)








