
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Direktur Poltek Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja mewakili Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya dan Forkompinda Kabupaten Buleleng, Jumat, 24 Juli 2026 petang membuka Lovina Festival (Lovest) XII Tahun 2026.
Selain wujud nyata komitmen Pemkab Buleleng dalam mendukung pembangunan Pariwisata Nusantara dan Pariwisata Bali, Lovest XII tahun 2026 bertajuk ‘Theater of Dolphins’ yang mendapatkan penghargaan berupa Piagam KEN Tahun 2026 dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia juga diharapkan mampu membangkitkan Destinasi Pariwisata Love Indonesia sebagai wujud komitemen bersama dalam mendorong pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan serta penguatan wisata bahari berkelas dunia.
“Kita patut bangga, karena dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait, Lovina Festival kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara, KEN Tahun 2026,” tandas Bupati Sutjidra pada acara pembukaan Lovest XII tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan ceng-ceng bersama di Panggung Tasik Madu, Kawasan Wisata Love Indonesia.
Bupati Sutjidra menegaskan, dengan penghargaan dari Menpar Republik Indonesia, Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan, tapi telah menjadi panggung kebanggaan Buleleng dalam menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi pariwisata Bali Utara kepada dunia.
“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan berjalan dengan lancar,” tegasnya.
Dengan mengusung tema ‘Theatre of Dolphins’, festival hadir dengan semangat baru berupa kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan komunitas yang lebih luas untuk memperkuat posisi Bali Utara di peta pariwisata dunia.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi lintas OPD se-Bali. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, bersinergi mempromosikan Lovina Festival 2026,” tandas Bupati Sutjidra yang juga berharap peran aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi fondasi utama sehingga penyelenggaraan festival dari tanggal 24 hingga 28 Juli 2026 dapat memberi dampak nyata.
Ia memanbahkan, kolaborasi dilakukan bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan terintegrasi.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan semangat inklusivitas, bersama komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, hingga musisi dari seluruh Kabupaten Buleleng, menunjukkan festival ini adalah milik bersama, ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kreatif,” tegasnya.
Melalui Lovina Festival XII tahun 2026, Pemkab Buleleng berharap mampu menghadirkan kegiatan yang tak hanya menghibur, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Bali, khususnya Bali Utara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tandas Bupati Sutjidra dibenarkan Putu Ayu Reika Nurhaeni.
Selaku Ketua Panitia Lovfest XII Tahun 2026, Reika Nurhaeni memaparkan, tema ‘Theatre of Dolphins’ dipilih untuk menegaskan Lovina bukan sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah panggung alam yang menampilkan harmoni antara laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal.
“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis dan berkelanjutan. Lovina Festival tahun 2026 yang dirancang dengan konsep lebih terarah, diharapkan dapat menjadi etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi pariwisata, budaya dan potensi unggulan Kabupaten Buleleng, agar mampu memberi pengalaman berkesan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Dengan tambahan durasi waktu 5 hari dan 2 segmentasi panggung yakni Panggung Tasikmadu tanggal 24-26 Juli 2026 untuk wistawan Mancanegara dan Panggung Binaria Lovina tanggal 26-28 Juli 2026 untuk wisatawan domistik, festival ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan berdampak pada pergerakan perekonomian yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.
Reika menambahkan, tingkat kunjungan pada Lovfest tahun ini ditergetkan mencapai 25.000 pengunjung, dengan rata-rata kunjungan per harinya sebanyak 5.000 pengunjung.
“Target tersebut disusun sebagai upaya nyata meningkatkan daya tarik Lovina sebagai destinasi unggulan Bali Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara yang terdiri dari artis nasional dan kolaborasi talenta lokal,” jelasnya.
Selain itu, festival ini juga melibatkan 82 pelaku UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta 44 komunitas dari bidang seni,olahraga, lingkungan, dan industri kreatif.
“Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan didukung tiga sumber utama yaitu APBD Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kemenpar Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Sinergi pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan,” terangnya.
Reika berharap capaian Lovina Festival tahun 2026 meningkat dibandingkan Lovina Festival tahun 2025 yang berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dengan komposisi 47% wisatawan mancanegara dan 53% wisatawan domestik.
“Total transaksi ekonomi saat itu mencapai lebih dari Rp600 Juta, tingkat hunian hotel di kawasan Lovina rata-rata mencapai 82%, bahkan beberapa hotel mencapai 100% selama pelaksanaan kegiatan. Capaian tersebut didukung penataan kawasan Lovina yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.
Saat ini, dengan upaya penataan Titik Nol (T-Nol) kawasan Pariwisata Love Indonesia yang telah dilakukan, Pemkab Buleleng optimis penyelenggaran Lovina Festival dengan kondisi kawasan yang lebih indah, asri, aman dan nyaman bagi pengunjung akan menjadi magnet utama kunjungan wisatawan di Bali Utara.
“Tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Optimisme tersebut didukung berbagai destinasi unggulan di sekitar Lovina, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, hingga wisata religi, budaya, dan pusat oleh-oleh,” pungkasnya.(*)








