
KUTA – Bazar buku internasional “Big Bad Wolf (BBW) Books” tahun ini kembali hadir di Bali dengan skala yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Event literasi yang telah memasuki tahun ke-10 di Indonesia ini, akan berlangsung di Lantai 3 Discovery Mall Kuta mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2026, setiap pukul 10.00 hingga 22.00 Wita tanpa dipungut biaya masuk.
Direktur BBW Indonesia, Marthinus Wandi Budianto menyebutkan, di Pulau Dewata, pelaksanaan tahun ini menjadi yang ketiga kalinya. Bazar buku akan diselenggarakan pada area lebih luas, bahkan hampir 2 kali luasan tahun lalu. Tentunya dengan tata letak yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Lebih dari satu juta buku internasional akan dihadirkan dalam bazar tersebut, dengan ragam kategori yang lebih lengkap. Meski demikian, Wandi mengakui bahwa 70 persen koleksi di antaranya, masih didominasi buku anak-anak, sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini. Meski demikian, dalam penyelenggaraan tahun ini, kategori fiksi dan nonfiksi juga diperbanyak, termasuk buku-buku bertema self healing, body and soul, hingga meditasi yang disebut memiliki minat cukup tinggi di Bali dibanding kota lain di Indonesia.
“Harapannya, BBW bisa terus menginspirasi. Dan mengubah hidup menjadi lebih baik melalui membaca buku,” ucapnya.
Tahun ini, penyelenggara juga menggandeng Forum Peduli Mangrove (FPM) sebagai bagian dari kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kerja sama dengan Lion Parcel dan BCA turut dilakukan, untuk menghadirkan kemudahan serta berbagai promo menarik bagi pengunjung.
Berbeda dengan event di kota lain, penyelenggaraan di Bali berlangsung selama 14 hari penuh. Durasi tersebut menjadi salah satu yang terpanjang dalam rangkaian tur BBW Books di Indonesia tahun ini, yang menargetkan hadir di 14 kota.
Meski menghadirkan lebih banyak buku dan area yang lebih besar, harga buku dipastikan tetap terjangkau bahkan cenderung diturunkan. Bahkan menurut Wandi, pengunjung dapat menemukan buku dengan harga mulai dari Rp5 ribu. Langkah itu dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku dan menjadikan membaca bukan sebagai aktivitas mahal maupun sulit dijangkau.
“Di BBW ini, kami yakin minimal akan menemukan satu atau dua judul buku yang sangat menarik dan menginspirasi. Dan di masa sekarang ini, untuk pengembangan diri, tidak ada metode yang lebih bagus selain membaca buku,” imbuhnya.
Ditanya soal hasil evaluasi tahun sebelumnya, Wandi mengungkapkan bahwa ternyata kebanyakan kunjungan datang dari kalangan wisatawan asing. Kondisi tersebut dimaknai sebagai sebuah tantangan, untuk kemudian bisa mendatangkan lebih banyak warga lokal pada penyelenggaraan tahun ini.
“Dibandingkan dengan kota lain, memang kita lihat trend jenis buku atau kategori buku yang justru lebih banyak bergerak di Bali terutama di segmen body and soul, dan juga fiksi,” bebernya.
Di sisi lain, tren pembaca muda disebut terus meningkat dari tahun ke tahun penyelenggaraan BBW Books. Berdasarkan data penjualan, kelompok mahasiswa dan generasi Z menjadi segmen yang paling aktif membeli buku. Bahkan, minat terhadap literatur klasik juga disebut kembali tumbuh di kalangan generasi muda. (adi)








