
KLUNGKUNG – Kematian pedagang lawar godel asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, masih menyisakan misteri. Keluarga meyakini Nyoman Cita (50) alias Nyoman Colik menjadi korban pembunuhan karena ada luka di tubuh korban dan mendesak polisi segera menangkap pelaku.
Adik korban, Ketut Buda Ana, menegaskan kematian kakaknya bukanlah kematian yang wajar. Keyakinan itu diperkuat dengan adanya empat luka yang ditemukan di tubuh korban, masing-masing dua luka di punggung kiri, satu luka di punggung kanan, serta satu luka di bagian depan perut.
“Kami dari keluarga berharap kasus ini segera terungkap karena ini terkait dugaan pembunuhan. Kematiannya janggal karena ada luka-luka di tubuh korban,” tegas Ketut Buda Ana, Jumat (3/7/2026).
Ia mengungkapkan, keluarga hingga kini juga belum menerima secara utuh hasil pemeriksaan forensik dari RS Prof. Ngoerah Denpasar.

Menurutnya, keluarga hanya memperoleh penjelasan secara resmi bahwa terdapat bekas tusukan benda tajam pada tubuh korban.
“Masalah hasil pemeriksaan forensik hanya dokter dan kepolisian yang tahu karena menggunakan kode-kode. Kami keluarga hanya diberi tahu secara resmi bahwa ada bekas tusukan benda tajam,” ujarnya.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga juga belum memutuskan prosesi pemakaman korban, apakah akan dikubur atau diaben. Penentuan hari pelaksanaan upacara juga masih menunggu karena di Desa Negari sedang berlangsung rangkaian upacara Dewa Yadnya.
Saat ini jenazah Nyoman Colik masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Klungkung.
Pantauan di rumah korban yang berada di dekat Bale Masyarakat Dusun Negari, Jumat (3/7/2024) siang, menunjukkan suasana sepi. Rumah bertingkat milik korban tampak tertutup rapat dengan gerbang dalam keadaan terkunci.
Sementara itu, di bantaran Tukad Bubuh, lokasi pertama korban dilaporkan hilang terpasang garis polisi. Di sekitar lokasi juga terlihat banten pejati yang diletakkan sebagai bagian dari prosesi adat.
Di sisi lain, jajaran Polres Klungkung terus mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Komang Alit Purnawibawa, mengatakan hingga kini penyidik belum menemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku maupun bukti tambahan yang dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Meski demikian, Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat telah memberikan instruksi khusus kepada tim reserse agar bekerja maksimal sampai kasus tersebut berhasil diungkap.
“Pak Kapolres saat turun ke TKP memerintahkan reserse, sebelum ada titik terang jangan dulu pulang. Kemarin sampai malam anggota masih bekerja di lapangan, namun sejauh ini belum ditemukan petunjuk maupun bukti tambahan,” ujar Iptu Dewa Komang Alit Purnawibawa.
Sebelumnya, Nyoman Cita dilaporkan hilang pada Rabu (1/7/2026) malam setelah tidak kunjung pulang usai mandi di aliran Sungai Pesona Lepang yang berada di perbatasan Desa Negari dan Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan.
Korban akhirnya ditemukan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 07.00 Wita di aliran Tukad Bubuh, sebelah selatan Jembatan Bypass Ida Bagus Mantra, dekat Kantor KPU Klungkung. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya. (*)








