
KLUNGKUNG – kematian I Nyoman Cita (50) alias Nyoman Colik, pedagang lawar godel asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung menyisakan misteri.
Luka pada tubuh korban serta hilangnya perhiasan berupa kalung emas seberat 70 gram yang sempat dipakai, menyisakan tanda tanya besar baik bagi keluarga maupun pihak kepolisian.
Guna mengungkap dugaan adanya tindak kekerasan terhadap korban, Aparat Polres Klungkung mengintensifkan penyelidikan dengan menyisir dan “mengobok-obok” aliran Tukad Bubuh mencari jejak serta barang bukti yang diduga berkaitan dengan dugaan pembunuhan terhadap korban, Kamis (2/7/2026).

Polres Klungkung menurunkan belasan personil dari berbagai kesatuan seperti Reserse, Intel, Satuan Polair serta personil Polsek Banjarangkan. Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat juga sempat turun langsung ke Tukad Bubuh, lokasi dimana korban dilaporkan hilang.
Penjual Lawar Godel di Klungkung Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Jadi Korban Kekerasan
Pantauan di lokasi, tampak personil Reserse, Intel dan Satuan Polair serta aparat Polsek Banjarangkan, menyebar di alur sungai yang membelah wilayah Desa Negari dengan Dusun Lepang.
Terlihat pula ada bekas banten di pinggir jalan menuju arah sungai yang sebelumnya dihaturkan pihak keluarga korban. Di sebuah gubug kecil, Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo bersama sejumlah penyidik tampak sibuk mengumpulkan keterangan dari beberapa orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
“Anggotan kami masih melakukan penyusuran mencari barang bukti lain seperti baju, celana karena di sekitaran TKP tidak ditemukan barang tersebut,”tandas AKP Reno Chandra Wibowo.

Perwira pertama ini menambahkan jenazah dibawa ke RS Prof Noerah, Denpasar untuk proses otopsi.
“Untuk berita menunggu hasil forensik apakah luka itu diakibatkan karena benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca, kami belum bisa memastikan, tunggu hasil pemeriksaan forensik dulu,” tegasnya.
Sementara saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan dari pihak keluarga, warga sekitar warung milik korban serta warga yang kebetulan berada di lokasi dimana korban pertama kali dilaporkan hilang.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (1/7/2026) malam setelah tidak kunjung pulang usai mandi di aliran Sungai Pesona Lepang, yang berada di perbatasan Desa Negari dan Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan.
Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Polsek Banjarangkan sekitar pukul 21.45 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bersama keluarga dan warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada. Pria yang dikenal suka menggunakan perhiasan ini ditemukan meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh, Kamis (2/7/2026) pagi. Korban ditemukan dengan sejumlah luka robek pada tubuhnya sehingga kuat dugaan menjadi korban tindak kekerasan. (*)








