
KLUNGKUNG – Abrasi di Pantai Mongalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung kian membahayakan warga pesisir. Dalam kurun kurang dari setahun, sedikitnya belasan rumah, vila, gudang hingga warung milik warga hilang diterjang gelombang pasang.
Pantauan Selasa (19/5/2026), ombak di Pantai Mongalan masih tinggi setelah sehari sebelumnya menghantam rumah milik Ketut Candra Arsadi hingga sebagian bangunan ambruk. Pemilik rumah bersama keluarganya terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Warga setempat, Anak Agung Gde Ngurah mengatakan abrasi semakin parah dalam lima tahun terakhir dan telah menggerus daratan hingga sekitar 100 meter. Kondisi itu membuat warga takut menempati rumah yang berada dekat bibir pantai.
“Sudah ada 12 KK yang mengungsi sebagian karena rumah mereka hilang dan rusak akibat abrasi,” ujarnya.
Selain merusak permukiman, gelombang pasang juga menenggelamkan tempat penambatan perahu nelayan. Puluhan perahu kini dipindahkan ke sekitar Pantai Kampung Kusamba untuk menghindari kerusakan lebih parah.
Perbekel Desa Kusamba, Nengah Adnyana Semadi menyebut, dari 12 rumah yang berada di kawasan rawan abrasi, sebanyak 11 rumah sudah rusak parah dan ditinggalkan pemiliknya.
Warga desa berharap pemerintah segera membangun tanggul pengaman pantai serta merealisasikan bantuan rumah bagi korban abrasi di Pantai Mongalan. (yan)








