
KLUNGKUNG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Klungkung terus bergerak memastikan penguatan inovasi daerah berjalan optimal di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selasa (7/7) Tim Rider Brida Klungkung melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) langsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung guna meninjau efektivitas program inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
kepala BRIDA Klungkung, Ketut Budiarta mengatakan, langkah monev ini merekam lompatan besar yang dilakukan oleh RSUD Klungkung. Rumah sakit pelat merah ini dinilai sukses melakukan pengembangan inovasi daerah secara mandiri hingga berhasil melahirkan belasan terobosan baru.
“Capaian ini menjadi pembeda sekaligus prestasi tersendiri, mengingat komitmen kemandirian inovasi dalam skala masif seperti ini belum berjejaring di OPD lainnya,” tandas Budiarta, Selasa (7/7/2026)
Sebelumnya pada tahun 2025, RSUD Klungkung telah sukses mendaftarkan dan mengoperasikan tujuh inovasi unggulan ke Brida Klungkung, meliputi Santipadu, Pitra Jagra, Geni Yasanda, Yantri Kuat, E-RESEP, IDAMAN, serta RME – SIM ONTA.
Tidak berhenti di sana, iklim inovasi yang kuat di lingkungan rumah sakit berhasil menumbuhkan 16 inovasi baru yang siap diimplementasikan untuk memangkas birokrasi dan mempercepat layanan pasien. Ke-16 inovasi baru tersebut adalah,
PERANG ORASI (Perhitungan Kandungan Gizi Formula Cair Komersial Berbasis Spreadsheet),
ROTI (Register Online Rawat Inap)
STIMORIA (Reward Stiker Motivasi Untuk Pasien Anak di Rawat Inap),
Optimalisasi Pencegahan Luka Dekubitus dengan “CERDAS”.
“GOKIEL” (Grup Online Konsultasi, Informasi, dan Edukasi Ibu Hamil),
SAFARI (Sistem Informasi Farmasi Elektronik), PRIMA (Pelayanan Rekam Medis Interaktif Mandiri Berbasis Anjungan Mandiri),POKASI.
Penerapan MEDIK (Media Digital Kesehatan) dalam Persiapan Pasien Pulang, Pemberian Etiket Label Obat,SIP-KLAIM, SIMADU (Sistem Informasi Manajemen Layanan Terpadu), SIMONEP (Sistem Informasi Monitoring SPJ Penunjang).
KARISMA (Karir ASN Sistematis dan Meritokratis),TURAJA (Waktu Tunggu Rawat Jalan), “SEHATI” (Spesialis Hadir Melayani)
“Melalui kehadiran Tim Rider Brida, seluruh inovasi ini divalidasi agar keberlanjutannya terjaga. Dampak nyata dari kemandirian inovasi RSUD Klungkung ini sepenuhnya diarahkan untuk masyarakat, mulai dari efisiensi waktu tunggu rawat jalan, kemudahan sistem klaim dan administrasi, hingga peningkatan mutu pelayanan medis yang lebih responsif dan humanis,” demikian Budiarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Innovative Government Award (IGA) 2026 sekaligus memastikan setiap inovasi benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
monev dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 6, 7, dan 9 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Klungkung tentang penerapan sistem reward dan punishment dalam pengembangan inovasi daerah.
Catatan BRIDA Klungkung hingga saat ini terdapat sekitar 170 inovasi daerah yang tercatat dari berbagai OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.
Sebagian besar inovasi telah berjalan sejak 2025, sementara sejumlah inovasi lainnya masih berstatus baru, dalam tahap pengembangan, bahkan ada yang belum dijalankan. (*)








