
KLUNGKUNG – Upaya Pemkab Klungkung memperkuat budaya inovasi di lingkungan birokrasi terus digenjot. Tidak sekadar mengejar prestasi dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, setiap inovasi yang lahir dari organisasi perangkat daerah (OPD) didorong agar benar-benar matang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) inovasi daerah yang dilaksanakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Klungkung di seluruh perangkat daerah selama tiga hari sejak Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Klungkung mengikuti Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Kepala BRIDA Klungkung, Ketut Budiarta, Senin (6/7/2026), mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap inovasi yang dikembangkan OPD tidak berhenti sebatas gagasan atau pelengkap administrasi.
Inovasi harus memiliki kualitas yang baik, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik maupun kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami melakukan pendampingan sekaligus evaluasi agar tingkat kematangan setiap inovasi terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Budiarta, inovasi daerah merupakan seluruh bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui monev tersebut, BRIDA mengoordinasikan secara lebih rinci kinerja sekaligus tingkat kematangan inovasi yang telah diimplementasikan oleh masing-masing perangkat daerah.
Ia menjelaskan, setiap inovasi wajib memenuhi sejumlah parameter yang menjadi indikator dalam aplikasi Indeks Inovasi Daerah. Parameter tersebut meliputi keberadaan surat keputusan tim pelaksana, dukungan anggaran, jumlah penerima manfaat, hingga dokumentasi berupa video implementasi inovasi. Seluruh data pendukung tersebut harus telah diunggah paling lambat 7 Agustus 2026.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh Tim Desk Riset dan Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan (RIDER) BRIDA Klungkung. Tim turun langsung ke setiap OPD untuk menilai tingkat kematangan inovasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan data pendukung yang masih perlu dilengkapi.
Melalui evaluasi tersebut, BRIDA mendorong kualitas inovasi daerah terus meningkat sehingga tidak hanya mampu mendongkrak nilai Klungkung pada ajang IGA 2026, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (yan)








