Dipantau Kemenag, Pasramaan Yasa Kirti Stiti Darma Gelar Ujian Pertama Dalang Cetu

0
207
Pementasan Dalang Cetu di Griya Agung Lingga Bhuana, Klungkung

KLUNGKUNG — Pasramaan Yasa Kirti Stiti Dharma, dibawah naungan Yayasan Sradha Bhakti Stiti Dharma, Banjar Blimbing, Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, menggelar pategar (ujian) pertama Dalang Cetu (cenik tua) I Wayan Muliartha, setelah setahun melakukan latihan di pasramaan yang berpusat di Griya Agung Lingga Bhuana, desa setempat.

Menariknya, pategar pertama berupa pementasan wayang kulit bertepatan Buda Wage Warigadian, Rabu (18/5/2022) malam, dipantau langsung Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Bukan itu saja, ketangkasan Dalang Cetu dalam memainkan gerak dan membawa kawi swara dan wira carita juga mendapat penilaian langsung dari tiga dalang yang mengasuhnya sejak awal.

Ketiga dalang itu, yakni Jero Mangku Dalang Karsa (Celagi), dari Celekungkang, Desa Tamanbali, Bangli. Jero Mangku Dalang Limo (Tarunyan), dari Desa Tamblang, Buleleng, dan Ida Mpu Bujangga Dharma Daksa Kusuma dari Griya Agung Lingga Bhuana, Desa Tohpati, Klungkung.

Ketua Pasraman Yasa Kirti Stiti Darma, I Nyoman Widana, mengatakan, latihan pedalangan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 itu, merupakan langkah awal dalam pelestarian seni tradisi pewayangan itu melibatkan tiga seniman dan rohaniawan yang ahli pada seni pawayangan.

Jro Dalang Karsa, kata Widana, khusus melatih pada olah vokal suara, Wirama, Tabuh, Capala dan Kawi Swara Dalang. Sedanggkan Jro Dalang Limo, bertugas untuk membina teknik tetingkes gerak sasolahan, pasiat, penguasaan sinar lampu belencong , penguasaan layar (stage) termasuk juga pada tukang pacek wayang (katengkong ). Sementara Ida Mpu Bujangga Dharma Daksa, khusus membina pengetahuan ilmu dalam dan ucapan mantra (sesapan japa mantra) pewayangan.

“Pategar (ujian) pertama Dalang Cetu ini merupakan hasil kalaborasi pasraman dengan yayasan. Ini kami lakukan untuk menjaga seni tradisi pewayangan agar tidak punah,” ucap Ketua Pasraman Yasa Kirti Stiti Darma, I Nyoman Widana didampingi sekretaris I Made Adi Suryanta dan Bendahara I Putu Guna Wijaya.

Ketua Yayasan Sradha Bhakti Stiti Darma, I Nengah Sutera S.Sn, sangat mengapresiasi langkah pengurus pasraman dalam melestarikan seni tradisi yang adi luhung itu. Kedepan pihaknya berharap, agar pelestarian terhadap seni tradisi lainnya bisa lebih dekembangkan lagi.

“Pelestarian tradisi kebudayaan Bali ini sejalan dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang saat ini sangat serius dijalankan Bapak Gubernur Bali I Wayan Koster,” ucapnya.

Dipihak lain, Kasi Urusan Agama Hindu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung, I Wayan Ratnata, yang memantau pelaksanaan uji pertama Dalang Cetu, juga sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu. Latihan pedalangan tersebut dinilainya sangat positif dan sebagai jembatan generasi muda untuk kreatif dalam menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan Bali yang bernafaskan Hindu.

“Kegiatan ini sangat bagus, dan ini harus terus dikembangkan,” singkatnya.

Sementara itu, Dalang Karsa dan Dalang Limo, menilai, dari ujian (pategar) pertama, anak didiknya sudah mampu menguasai 70 persen kawi swara dan wira carita, serta dan gerak wayang.

“Ini baru petegar pertama, nanti akan disempurnakan pada ujian kedua dan ketiga,” pungkas Dalang Limo. (wat/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × two =