
DENPASAR – Kreativitas seniman muda Kabupaten Badung sukses mencuri perhatian pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 lewat sajian harmonisasi tabuh angklung kebyar yang enerjik. Penampilan memukau ini dibawakan oleh Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, yang tampil sebagai Duta Kabupaten Badung.
Pertunjukan yang berlangsung di Kalangan Rama Kanda, Taman Budaya Bali pada Rabu (1/7/2026) pukul 15.00 Wita tersebut, dikemas secara atraktif namun tetap teguh berpegang pada nilai-nilai tradisi. Penampilan khas ini pun langsung mendapat sambutan meriah dari para penonton yang memadati arena pertunjukan.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, yang hadir langsung menyaksikan utsawa (parade) tersebut. Ia menilai sanggar asal Legian ini mampu menampilkan karakter khas seni angklung kebyar dengan kualitas garapan yang sangat baik.
“Penampilan ini menunjukkan bahwa kreativitas seniman dan generasi muda Badung terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya. Angklung kebyar khas yang ditampilkan menjadi bukti kekayaan seni tradisi yang patut dijaga dan dilestarikan,” ujar Anom Gumanti.
Lebih lanjut, Anom Gumanti memandang ajang PKB merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan eksistensi seni budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Oleh sebab itu, ia menegaskan pentingnya meningkatkan dukungan terhadap sanggar-sanggar seni dan pelaku budaya.
“Melalui PKB, kita tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat identitas budaya Bali. Pemerintah dan DPRD Badung akan terus mendukung upaya pelestarian seni tradisi sebagai warisan yang sangat berharga bagi generasi mendatang,” katanya.
Pertunjukan yang mempertegas komitmen Badung dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat daerah lainnya. Terlihat hadir di lokasi acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain itu, hadir pula Camat Kuta Made Agus Suantara, anggota DPRD Badung Made Sada dan Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Lurah Legian Putu Eka Martini, serta Bendesa Adat Legian beserta prajuru dan kelian lingkungan. (adi)








