Dugaan Korupsi, Ketua LPD Anturan dan LPD Tamblang Ditetapkan Tersangka

0
129
Humas Kejari Buleleng Jayalantara dan Kasipidsus Wayan Genip, beberkan penetapan tersangka LPD Anturan dan LPD Tamblang.
Humas Kejari Buleleng Jayalantara dan Kasipidsus Wayan Genip, beberkan penetapan tersangka LPD Anturan dan LPD Tamblang.

BULELENG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng tetapkan tersangka, perkara dugaan tindak pidana korupsi dana LPD Anturan Kecamatan Buleleng dan LPD Tamblang Kecamatan Kubutambahan.

Sesuai hasil ekspose yang dilakukan Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Buleleng, tanggal 4 November 2021, penyidik menetapkan NAW beralamat Desa Anturan Kecamatan Buleleng.

“Yang bersangkutan sebagai Ketua LPD Anturan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan Nomor : B-713/N.1.11/ Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021,” tandas Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara, Selasa (23/11/2021) di Kantor Kejari Buleleng.

Didampingi Kasipidsus Kejari Buleleng Wayan Genip, Humas Kejari Buleleng ini mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil perhitungan sementara hasil audit, dimana ditemukan selisih dana yang berindikasikan merugikan keuangan negara sekitar Rp137 miliar.

“Saat ini kami masih menunggu perhitungan selisih dana tersebut dari Tim Audit Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng,” jelas Jayalantara sembari menyebutkan, penyidik juga menetapkan KR, Ketua LPD Tamblang sebagai tersangka.

Penetapan tersangka berdasarkan surat penetapan No : B-714/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021, dengan indikasi kerugian negara sekitar Rp 1,2 miliar.

Kasipisdus Genip menambahkan, setelah penetapan tersangka, penyidik selanjutnya akan melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai tindak lanjut pengembangan penyidikan untuk penguatan pasal sangkaan terhadap kedua perkara a-quo.

“Terhadap NAW dan KR, saat ini disangkakan melanggar ketentuan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” terangnya.

Barang bukti yang disita dari tersangka NAW berupa dokumen kredit LPD, dokumen pendirian LPD, kendaraan roda empat, 12 sertipikat tanah dan laporan keuangan tahunan.

Sementara dari tersangka KR disita barang bukti antara lain dokumen kredit LPD, dokumen pendirian LPD dan laporan keuangan tahunan. (kar,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =