Cemburu Memuncak, Akui Aniaya Istri di Rumah Pria Selingkuhan

0
718
Pelaku kekerasan dalam rumah tangga diperiksa penyidik Polsek Rendang,Karangasem

KARANGASEM—IKS (30) warga asal Banjar Kunyit, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem mengaku karena rada cemburu memuncak, ia nekad menganiaya sang istri NE (23).

IKS menyeret istrinya dalam kondisi telanjang bulat ke rumah pria yang diduga menjadi selingkuhan istrinya. Setelah itu NE lalu dianiaya, dibenturkan hingga kirban lemas dan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

Pengakuan itu disampaikan IKS kepada penyidik Unit Reskrim Polsek Rendang, Kabupaten Karangasem. IKS menjalani pemeriksaan Selasa (23/11/2021) karena dilaporkan oleh istrinya dengan tuduhan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pria dua anak itu diperiksa penyidik selama dua jam. Selain bersikap kooperatif.

“Suami mana yang bisa terima kalau punya istri berselingkuh. Saya melakukan itu murni karena imosi setelah dua kali melihat percakapannya di masanger media sosial facebook bersama pria tetangga rumah,” ungkap IKS saat menjalani pemeriksan dalam kasus KDRT yang tengah menyandungnya.

Dihadapan petugas, IKS mengaku sudah sempat memperingatkan istrinya saat pertama kali melihat percakapan mesra dengan IKR pria tetangga rumahnya di masanger.

Saat kejadian pertama itu, NE istrinya, berjanji tidak mengulangi dan akan mengakhiri hubungan gelapnya dengan IKR.

Tapi emosinya tiba-tiba membucah, ketika dia kembali menemukan chatingan mesra istrinya bersama pria tetangga rumahnya.

“Sudah dua kali saya melihat percapan mesra itu di handpone selulernya. Saya tidak bisa menahan emosi. Dalam kondisi telanjang bulat dia saya seret ke rumah selingkuhannya, lalu saya pukul dan membenturkan kepalanya dilantai,” tutur IKS dihadapan penyidik.

Kapolsek Rendang AKP I Nyoman Sukadana melalui Kanit Resrim Iptu I Made Sudihartama, mengatakan, kasus KDRT yang sedang ditanganinya itu masih berproses.

IKS sebagai tersangka dalam kasus itu belum dilakukan penahanan karena mempertimbangkan kedua anaknya yang ditinggal ibunya pulang ke rumah orang tuanya.

“Alasan kemanusiaan IKS sementara kita tidak tahan karena dia memiliki tanggungjawab merawat kedua anaknya yang ditinggal istrinya pulang ke rumah orang tuanya. Kendati tidak ditahan, kasus ini masih tetap diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkas Iptu Made Sudihartama. (wat, yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 + one =