
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan komitmennya mewujudkan Nusa Penida menjadi pulau hijau atau green island, salah satunya melalui upaya elektrifikasi kendaraan.
Ia menargetkan tahun 2030 100 % kendaraan di Nusa Penida menggunakan energi listrik. Sebagai langkah awal, Bupati Satria menandatangani not kesepahaman dengan PT Riline Velocity Express (RVE) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Selasa (14/7/2026) di Nusa Penida.
“Untuk mewujudkan itu kami mulai dari green energy, kemudian green mobility dan green ekosistem. Green energy sudah dimulai tahun 2024 dengan dibangunnya PLTS dan itu akan kami lanjutkan sampai terpenuhinya kebutuhan 100 persen menjadi green energy. Bertahap akan kami kurangi atau tiadakan listrik bertenaga diesel di Nusa Penida,” kata Bupati.
Ia menambahkan untuk pelaksanaan green mobility akan diterapkan di tiga pulau, Pulau Nusa Gede, Lembongan dan Pulau Ceningan dengan menggandeng pihak swasta. Saat ini Pemkab Klungkung menggandeng PT. Inako selaku pengembang motor listrik dan PT Riline Velocity Express (RVE) selaku pengembang mobil listrik.
“Dengan penandatanganan hari ini kami terus genjot sehingga terpenuhi 100 persen di tahun 2030 semua kendaraan motor dan mobil berenergi listrik,” tegasnya seraya mengatakan tahun 2026 ini ia mendorong pemanfaatan kendaraan listrik minimal 100 unit.
Menurut Bupati asal Dusun Sental Kangin, Desa Ped ini, tujuan mewujudkan Nusa Penida sebagai green island adalah untuk menciptakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Namun, di balik optimisme itu ada tantangan besar pada implementasi di lapangan, mengingat sejumlah agenda transisi energi di Nusa Penida selama ini masih berjalan bertahap. Disisi lain target itu belum sepenuhnya didukung dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Program ini juga belum didukung secara jelas dari sisi regulasi, dukungan pelaku pariwisata, serta aspek ekosistem bisnis. Banyak yang menilai keberhasilan program ini tidak cukup hanya menjual kendaraan listrik, harus ada ekosistem pendukung seperti, dealer, bengkel khusus, penyedia suku cadang. (*)








