
KUTA – Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di atas lahan eks Sari Club, Kuta, tidak hanya diarahkan sebagai pusat dokumentasi tragedi kemanusiaan Bom Bali 2002. Lebih dari itu, keberadaan museum tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar kawasan wisata Kuta.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, pembangunan museum harus memberi manfaat nyata, tidak hanya sebagai ruang edukasi dan refleksi sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Museum Taman Perdamaian Bali sendiri dirancang sebagai simbol perdamaian, toleransi, dan pengingat kolektif atas tragedi Bom Bali yang terjadi pada 2002 silam. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda maupun wisatawan, agar tragedi serupa tidak kembali terulang, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang menjunjung nilai kemanusiaan dan harmoni.
Selain menjadi ruang memorial, museum ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan pariwisata budaya dan edukasi di Kabupaten Badung. Dengan demikian, keberadaannya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Karena itu, Sukadana menyebut pengelolaan museum ke depan tidak menutup kemungkinan akan dikoordinasikan bersama desa adat setempat. Termasuk terkait kebutuhan tenaga kebersihan maupun dukungan operasional lainnya yang dapat melibatkan masyarakat lokal Kuta.
Menurut dia, pembangunan museum tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung, yakni mewujudkan pariwisata berkualitas berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Museum ini juga kami harap dapat memberikan manfaat bagi korban dan keluarga korban tragedi kemanusiaan di tahun 2002 silam,” imbuhnya.
Terkait detail pembangunan museum, Sukadana yang baru menjabat sebagai Kadisbud Badung sejak 4 Mei 2026 lalu itu mengaku masih mempelajari. Kendati demikian, ia memastikan tahapan awal pembangunan sudah mulai berjalan. “Kebetulan juga hari ini (Kamis) mengadakan rapat melibatkan Kejaksaan Negeri dan termasuk dari konsultan pengawas. Ini terkait dengan pengujian beton hasil trial mix AJB-nya, pengujian untuk di pembangunan museum,” ungkapnya. (adi)








