
BULELENG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Jumat, 13 Februari 2026 melakukan kunjungan di Kabupaten Buleleng.
Selain menyapa keluarga besar pendidikan Buleleng melalui kegiatan ‘Pagi Ceria’ bersama 620 siswa TK, SD dan SMP di Taman Kota Singaraja dan peresmian simbolis revitaliasasi sarana prasarana (sarpras) pendidikan senilai Rp90,752 Miliar, pada kunjungan tersebu juga ditegaskan komitmen pemerintah pusat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berkualitas dan berdaya saing sesuai Program Asta Cita.
“Revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden, bagian eksterior yang berperan penting dalam proses pembelajaran, tapi yang tak kalah penting adalah interior,” tandas Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada acara tatap muka di Aula SMK Negeri 3 Singaraja.
Mendikdasmen Mu’ti menegaskan, selain pemenuhan sarana prasarana, ada 4 fokus yang dikembangkan untuk memperbaiki mutu pendidikan khususnya dalam upaya membangun SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.
“Melalui program revitalisasi, pemerintah pusat memberikan bantuan pendidikan menyasar satuan pendidikan menengah dan taman kanak-kanak, sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik. Namun kualitas internal pendidikan juga harus diperkuat melalui empat fokus peningkatan mutu pendidikan, yakni pembelajaran mendalam, peningkatan kompetensi guru, penguatan bimbingan konseling, serta peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris,” tandas Mendikdasmen Mu’ti yang juga berharap tahun 2026 lebih banyak satuan pendidikan bisa direvitalisasi.
Kemendikdasmen, kata Mu’ti, juga mendorong pengembangan budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui kebijakan terbaru, mencakup penguatan karakter siswa, penggunaan jingle edukatif bertajuk ‘Rukun Sama Teman’ hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam kegiatan sekolah.
“Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati antar pelajar. Kita ingin anak-anak kita hidup rukun, saling menghormati dan membangun persahabatan dengan teman-teman karena masih tingginya kekerasan di sekolah,” tandas Mendikdasmen Mu’ti diapresiasi Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Bunda PAUD Buleleng Ny. Wardani Sutjidra.
Melalui sambutan yang dibacakan Sekda Buleleng Gede Suyasa, Bupati Sutjidra mengapresiasi dukungan pemerintah pusat sebagai angin segar bagi dunia pendidikan Buleleng yang sangat membutuhkan peningkatan infrastruktur pendieikan di Kabupaten Buleleng.
Kebutuhan infrastruktur pendidikan ditengah keterbatasan anggaran dan luas wilayah, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah yang senantiasa berkomitmen meningkatkan sarana prasarana pendidikan melalui sinergi berkelanjutan dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat.
“Kami memiliki keinginan besar memperbaiki infrastruktur sekolah, namun keterbatasan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala sehingga sinergitas dengan pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan,” tandas Bupati Sutjidra dibenarkan Ny. Wardani Sutjidra.
Selaku Bunda PAUD Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra berharap Mendikdasmen juga memperhatikan PAUD sebagai jenjang pendidikan krusial dalam pembentukan karakter.
“Saya sebagai Bunda PAUD sangat bersemangat mendorong kemajuan Pendidikan Anak Usia Dini dan memberikan pemahaman kepada orang tua untuk membawa anak-anaknya ke TK sebelum masuk SD,” ungkapnya.
Sementara dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gede Surya Bharata memaparkan, program revitalisasi di Kabupaten Buleleng menyasar 64 satuan pendidikan, terdiri dari 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA dan 1 SMK.
“Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah daerah juga menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai kunci utama peningkatan mutu pendidikan. Berbagai program terus digalakkan, antara lain penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan berbasis e-learning, peningkatan kualifikasi melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), kebijakan fleksibilitas beban kerja, serta program satu hari belajar bagi guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),” tandasnya.
Ia juga menegaskan, dengan dukungan anggaran revitalisasi yang signifikan serta penguatan kompetensi tenaga pendidik, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Maju.(kar/jon)








