
TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Tabanan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan rentetan peristiwa longsor di dua titik berbeda di Kecamatan Kediri. Peristiwa tersebut menjadi atensi Wabup Tabanan I Made Dirga yang langsung turun ke lokasi.
Bencana tersebut membuat senderan jalan penghubung antarbanjar hingga senderan sekaligus pagar rumah warga ambruk.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (11/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita di jalan penghubung Banjar Jadi Desa dan Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar.
Senderan pada jalur alternatif menuju objek wisata Alas Kedaton itu diduga longsor akibat tergerus aliran air di bagian bawah.
“Kejadiannya sekitar jam sepuluh Rabu malam,” ujar Perbekel Banjar Anyar, I Made Budiana, pada Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, di 2024 lalu bagian jalan tersebut sejatinya sudah mendapatkan perbaikan.
Namun, hujan deras yang terus-menerus terjadi beberapa hari terakhir ini membuat senderan itu rusak lagi.
“Terakhir diperbaiki pada 2024. Karena di bawahnya ada aliran air yang terus mengikis sehingga terjadi (longsor) lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Gde Partana, menyebutkan perbaikan terhadap senderan yang longsor itu diupayakan sesegera mungkin.
Untuk sementara waktu, jalur itu hanya bisa dilalui pengguna motor. Pihaknya sudah memasang rambu peringatan di kedua sisi jalan untuk mencegah kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
“Panjang senderan yang longsor kurang lebih 20 meter dan tingginya 3,5 meter,” kata Partana.
<span;>Partana menyebutkan bahwa perbaikan permanen akan segera dilakukan dengan menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT) kabupaten.
Ia menjelaskan, upaya perbaikan pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur senderan dengan memasang batu.
“Habis selesai (perbaikan) senderan baru kami melaksanakan pengaspalan,” pungkasnya.
Belum reda dampak hujan di Banjar Anyar, bencana serupa terjadi di Banjar Panti, Desa/Kecamatan Kediri pada Kamis (12/2/2026) malam.
Longsor kali ini menimpa senderan sekaligus pagar rumah milik I Ketut Warsika (69). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
Kalaksa BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menyebutkan longsor pada rumah warga di Banjar Panti itu diduga akibat luapan air dari saluran di sekitarnya yang masuk ke halaman.
Akibat luapan air itu, bagian pagar dan senderan diduga tidak kuat menahan hingga akhirnya longsor. Adapun dimensi bangunan senderan dan pagar yang longsor itu panjangnya sekitar sepuluh meter.
“Senderan rumah korban longsor setelah luapan ait memasuki halaman sehingga senderan rumah dan pagarnya longsor,” ungkap Srinadha Giri
Material tanah dan beton pagar sempat menutup sebagian badan jalan sehingga menutup akses jalan yang ada di depan rumah tersebut.
Usai kejadian, petugas BPBD Tabanan dibantu anggota TNI/Polri serta warga sekitar mengupayakan penanganan darurat agar akses jalan bisa dilalui kendaraan.
<span;>Upaya pembersihan material yang menutup jalan terus dilanjutkan pada pagi ini untuk memastikan akses mobilitas warga kembali normal.
<span;>“Semalam kami buka akses biar mobil bisa lewat. Hari ini lanjut melakukan pembersihan,” sebutnya.
Sementara itu, Wabup I Made Dirga meninjau langsung kondisi jalan jebol di Tegal Jadi, Kediri, Tabanan. Akses ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi jalur penting bagi aktivitas warga.
Kerusakan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Koordinasi dan langkah percepatan perbaikan terus didorong agar akses kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan lancar.
“Tetap waspada saat melintas, dan bersama-sama jaga lingkungan agar risiko kerusakan serupa bisa diminimalkan,” pintanya. (jon)








