3,3 Miliar untuk Pemeliharaan Akses Internet

0
32

MANGUPURA- Pemkab Badung mengucurkan anggaran miliaran untuk pemeliharaan akses internet. Kondisi ini mengingat Badung memiliki program wifi gratis, yang tersebar diseluruh wilayah, mulai dari fasilitas pemerintahan, sekolah hingga ke balai banjar.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sedang melakukan prosesn tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Badung, dengan nama Belanja Pemeliharaan Akses Internet di Kabupaten Badung ini memakai sistem gugur dan mulai dibuka secara resmi pada 12 Oktober 2020. Dari laman website LPSE Badung, diterangkan bahwa Nilai Pagu Paket sebesar Rp 3.349.062.770 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 3.254.222.367

Kepala Diskominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra yang dikonfirmasi, Kamis (15/10), membenarkan ada tender untuk belanja pemeliharaan akses internet di Kabupaten Badung. “Iya, sekarang ada proses tender untuk pemeliharaan (perangkat internet) selama satu tahun,” ujarnya. Pemeliharaan perangkat internet memang rutin dilakukan untuk memastikan bahwa jaringan tidak gangguan sampai ke masyarakat. “Kali ini (tender) pemeliharaan perangkat pengaturan wifi. Yang nama alatnya meraki dari Sisco,” kata Jaya Saputra.

Secara keseluruhan layanan akses internet di kawasan Kabupaten Badung total mencapai 967 titik wifi. Tersebar di enak kecamatan di Badung. Meliputi, Kecamatan Petang 103 titik wifi,  Kecamatan Abiansemal 230 titik, Kecamatan Mengwi 325 titik,  Kecamatan Kuta Utara 128 titik, Kecamatan Kuta 66 titik dan Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 135 titik wifi.

Sementara untuk  bandwidth, untuk kantor camat masing-masing diberikan bandwidth sebesar 50 Mbps. Kemudian RSD Mangusada 200 Mbps. Untuk bandwidth seluruh Kabupaten Badung sebesar 20 Gbps yang dialokasikan ke : kantor desa/kelurahan sebesar up to 100 Mbps, Puskesmas dan Pustu  sebesar up to 100 Mbps, SD dan SMP sebesar up to 100 Mbps, dan banjar dan obyek wisata sebesar up to 100 Mbps.

Secara khusus untuk wifi sekolah selama masa Pandemi, mantan Camat Mengwi ini menyebut  tetap beroperasi seperti biasa. Pasalnya, meski siswa belajar dari rumah, aktivitas sekolah terutama untuk urusan administrasi tetap jalan. Jadi, pemanfaatan internet juga tetap seperti biasa. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here