
JEMBRANA – Nelayan di pesisir Pengambengan, sempat mengalami kelangkaan BBM, lantaran ketersediaan solar di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) Pengambengan habis. Kedatangan BBM di SPBN satu-satunya ini langsung diserbu antrean panjang nelayan Pengambengan, Selasa (4/10/2022).
Pantauan di stasiun pengisian bahan bakar tersebut, sudah sejak pagi nelayan antre untuk mendapatkan solar demi memenuhi kebutuhan melaut. Sepekan sebelumnya, stok solar sempat mengalami kekosongan. Kemudian BBM dikirim dari Depo Pertamina di Manggis Karangasem, mulai Senin malam, sehingga di pagi harinya langsung diserbu nelayan.
Salah satu petugas SPBN mengatakan, stok solar sejatinya sudah mulai didatangkan sejak Sabtu lalu. Namun, setiap datang cepat habis lantaran yang dikirim terbatas. Sekali datang, solar yang tersedia 16 kiloliter dan selalu habis, kurang dari satu hari, bahkan hanya hitungan 4 jam langsung habis.
“Untuk kedatangan hari ini sekira pukul 19.00 wita malam. Tapi SPBN buka pukul 06.00 wita pagi. Begitu buka karena nelayan sudah menaruh jerigen, tadi pagi juga sudah habis,” ungkapnya.
Sebagian besar nelayan mengantarkan jerigen di pagi buta, jerigen tinggal diisi solar. Warga rela antre di SPBN karena jaraknya paling dekat dan tidak terlalu jauh mendapatkan solar untuk digunakan melaut.
Rian Hidayat nelayan asal Pengambengan mengungkapkan, melaut merupakan mata pencaharian sehari-hari sebagian warga Pengambengan. Dia berharap solar selalu tersedia di SPBN. “Jadi nelayan tidak perlu membeli solar ke SPBU yang jaraknya jauh dari PPN Pengambengan. Harapannya biar seperti dulu, stok selalu ada. Biar dekat,” katanya.
Sebelumnya nelayan Pengambengan mengeluhkan SPBN kehabisan stok BBM Solar, yang dibutuhkan nelayan. Hidayat menambahkan yang dibutuhkan nelayan saat ini adalah ketersediaan solar yang memadai, sehingga tidak perlu jauh-jauh mencari BBM, lantaran mencari diluar SPBN, selain jauh, juga memerlukan surat pengantar untuk mendapatkan solar. (ara,dha)








