
LONDON — Langit musim panas menyelimuti Kota London ketika para pemimpin dunia, pelaku industri, investor, hingga komunitas lingkungan berkumpul dalam satu agenda besar: London Climate Action Week 2026. Di tengah pertemuan internasional yang membahas masa depan bumi itu, nama Bali mendapat tempat istimewa.
Gubernur Bali, Wayan Koster, hadir bukan sekadar sebagai tamu. Ia datang membawa pengalaman Bali dalam membangun daerah yang berlandaskan pembangunan hijau, berkelanjutan, dan berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
Undangan tersebut bukan tanpa alasan. Climate Group melalui Secretariat Climate Group secara khusus mengundang Gubernur Bali untuk menghadiri Climate Group’s Inaugural Opportunity Summit dan rangkaian Under2 Coalition Programme pada 20–24 Juni 2026.
Forum bergengsi itu mempertemukan para pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, investor, hingga organisasi masyarakat sipil untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan ekonomi rendah karbon.
Bagi penyelenggara, Bali dinilai sebagai salah satu daerah yang berhasil menerjemahkan komitmen perubahan iklim menjadi kebijakan nyata. Bahkan, Kedutaan Besar Inggris turut memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran Gubernur Bali.
Mereka menilai Bali telah menunjukkan kepemimpinan kuat dalam agenda transisi hijau di Indonesia dan menjadi daerah percontohan pembangunan rendah karbon.
Diplomasi Dimulai dari Kedutaan
Setibanya di London pada 21 Juni 2026, agenda pertama Gubernur Wayan Koster bukanlah menghadiri forum internasional. Bersama rombongan, ia terlebih dahulu melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, menyambut langsung rombongan. Dalam suasana hangat, keduanya membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Bali dan Inggris, mulai dari investasi, pendidikan, penguatan sektor pariwisata, hingga pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menjadi pintu pembuka diplomasi daerah yang semakin menunjukkan bahwa Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai daerah yang aktif membangun jejaring internasional.
Belajar dari Inggris Mengelola Sampah
Keesokan harinya, 22 Juni 2026, Gubernur Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, mengunjungi BIFFA, perusahaan pengelolaan limbah dan daur ulang terbesar di Inggris.
Di lokasi itu mereka menyaksikan secara langsung bagaimana sampah rumah tangga maupun industri dipilah menggunakan teknologi modern. Sampah plastik diproses menjadi bahan baku industri, sementara berbagai jenis kemasan didaur ulang menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Kunjungan tidak berhenti pada observasi lapangan. Bersama manajemen BIFFA dan PACK UK, rombongan mendalami penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), yakni konsep yang mewajibkan produsen ikut bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang dihasilkan produknya.
Dalam diskusi tersebut, Wayan Koster mengungkapkan Bali telah menyiapkan rancangan Peraturan Daerah mengenai EPR. Namun penyelesaiannya masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Pengelolaan Sampah.
Pemerintah pusat bahkan menyampaikan bahwa Bali diproyeksikan menjadi daerah percontohan penerapan kebijakan EPR di Indonesia.
“Bali siap menjadi daerah percontohan penerapan EPR,” tegas Koster dalam forum tersebut.
Menata Masa Depan Transportasi Bali
Sore harinya, agenda berlanjut dengan pertemuan bersama PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London.
Diskusi berlangsung serius. Pengalaman London dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi menjadi salah satu referensi penting bagi Bali, khususnya untuk kawasan Sarbagita yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Dalam forum itu, Gubernur Koster memaparkan berbagai kebijakan yang telah diterapkan Bali, mulai dari Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih hingga Pergub Nomor 48 Tahun 2019 mengenai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Seluruh kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang berakar pada nilai-nilai Sad Kerthi.
Ia juga mengajak PwC untuk berkolaborasi merancang sistem transportasi hijau yang terintegrasi bagi kawasan metropolitan Sarbagita.
Bali Menjadi Inspirasi Dunia
Keikutsertaan Bali dalam London Climate Action Week bukan sekadar memenuhi undangan forum internasional.
Bali hadir membawa pengalaman tentang bagaimana pembangunan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan lokal.
Di tengah semakin besarnya tantangan perubahan iklim, pengalaman Bali dinilai mampu menginspirasi banyak daerah di dunia. Itulah sebabnya penyelenggara berharap suara Bali menjadi bagian penting dalam percakapan global mengenai masa depan bumi.
Dari ruang-ruang diplomasi hingga lokasi pengelolaan sampah modern, dari forum energi bersih hingga pembahasan transportasi masa depan, perjalanan Gubernur Wayan Koster di London menjadi lebih dari sekadar kunjungan kerja.
Perjalanan ini menjadi langkah memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang aktif membangun kolaborasi internasional, sekaligus menunjukkan bahwa sebuah pulau kecil di Indonesia mampu menghadirkan gagasan besar bagi masa depan pembangunan berkelanjutan dunia. (*)








