
DENPASAR – Pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII/2026, dihantui oleh pria tak dikenal yang berusaha memegang paha wanita saat berdesak-desakan menonton di setiap panggung pertunjukan.
Sejumlah pengunjung membagikan pengalaman yang tidak mengenakan di media sosial, salah satunya unggahan video di TikTok dengan akun @Greeytales, akun itu menuturkan, situasi berdesakan.
Tetiba saja ada sosok laki-laki yang tak dikenal berdiri di sampingnya dan wajahnya mendekati mukanya.
Khawatirkan hal-hal yang tak diinginkan, perempuan ini pun meminta suaminya untuk mundur.
Laki-laki tersebut kemudian maju, dan mendekati perempuan yang ada di depannya. Diduga juga merasa tidak nyaman, perempuan itu akhirnya pergi.
Anehnya, oknum ini kembali ke posisi semula mendekati dirinya. Akhirnya, perempuan ini bersama suaminya memilih untuk pulang.
Akun medsos ini pun mengimbau kepada para pengunjung PKB agar berhati-hati. Karena khawatir akan terjadi copet maupun terjadi pelecehan.
Dalam komentar unggahan itu, sejumlah netizen utamanya perempuan pun membanjiri komentar, mereka bercerita merasakan pengalaman yang sama.
Dikonfirmasi terpisah, Tim Koordinator Keamanan PKB yang juga Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi akan meningkatkan patroli bersama dengan petugas gabungan lainnya. Yakni dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, pecalang, serta lainnya.
“Petugas gabungan kami berjaga mulai dari pintu masuk Art Center hingga pintu masuk Pasar Malam Kedaton.
Selain itu, personel Satpol PP Bali juga melakukan patroli dan dilengkapi radio komunikasi, sehingga jika ada kejadian segera bisa menindak lanjutinya,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2026).
Dewa Dharmadi mengimbau kepada para pengunjung agar selalu hati-hati. Khususnya saat berdesakan menonton pagelaran.
“Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan seperti dugaan copet maupun pelecehan, segera berteriak agar petugas gabungan yang sedang patroli segera mendekat dan melakukan pertolongan,” pintanya. ‘
Menurutnya, jika pelaporan ditunda maka akan sulit melacak terduga oknum tak bermoral tersebut.
Apalagi kejadiannya hingga berhari-hari, tentunya sangat sulit mencari orangnya.
“Di Taman Budaya juga terdapat Posko Keamanan Terpadu yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika ada hal-hal yang tidak inginkan, sehingga tim kami bisa bergerak cepat,” jelasnya.
Disinggung terkait foto terduga pelaku juga diunggah ke medsos? Pihaknya mengingatkan agar bijak bermedia sosial dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Hati-hati menyebar foto orang tanpa izin itu berpotensi terjerat hukum, pencemaran nama baik,” tegasnya.
Birokrat asal Nusa Penida ini, mengatakan personil satpol PP di PKB, selalu siap menerima laporan dan pengaduan masyarakat, sesegara mungkin akan ditindak lanjuti.
“kami tidak ingin masyarakat dalam rangka menikmati suguhan pagelaran seni budaya di areal Taman Budaya Artcenter merasa tidak nyaman, kalau itu terjadi kami pastikan segera di tangani,” tandasnya. (*)








