
TABANAN – Tradisi Ngelawang dan keberadaan pasar dadakan memeriahkan suasana libur Umanis Galungan di objek wisata Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kamis (18/6/2026).
Kehadiran atraksi budaya serta puluhan pedagang tersebut sukses memicu lonjakan kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata (DTW) itu dibanding hari biasa.
Manajer Operasional DTW Alas Kedaton, I Gusti Bagus Suryawan, mengungkapkan jumlah kelompok atau sekaa yang meramaikan tradisi Ngelawang kali ini lebih banyak dari momen serupa sebelumnya.
Selain itu, sekitar 40 pedagang turut meramaikan area objek wisata lewat pasar dadakan yang digelar khusus selama hari raya.
“Tadi terakhir kami lihat ada lima sekaa,” ujar Suryawan di tengah suasana liburan di Alas Kedaton.
Ia menjelaskan, sekaa Ngelawang mulai berdatangan sejak pagi sekitar pukul 09.30 Wita. Penampilan seni berlangsung bergantian dengan kedatangan kelompok berikutnya pukul 11.00 Wita dan 12.00 Wita.
“Sudah ada tiga kali dan akan lanjut sampai sore. Bersamaan dengan tutup. Tapi biasanya mereka lanjut ke banjar-banjar,” ungkapnya.
Tradisi Ngelawang di Alas Kedaton dijadwalkan berlangsung saat Umanis Galungan dan akan berlanjut saat hari raya Kuningan serta Umanis Kuningan pada akhir pekan depan.
Meski jumlah pengunjung Alas Kedaton relatif lebih kecil dibanding objek wisata lain di Bali, kehadiran pasar dadakan dan atraksi budaya ini cukup efektif menarik minat warga untuk berkunjung.
“Sampai siang ini sudah tiga ratus orang yang datang sesuai tiket terjual,” kata Suryawan memperkirakan jumlah kunjungan di momen libur Galungan kali ini.
Pihak pengelola menyebut pelaksanaan tradisi Ngelawang serta pasar dadakan memang hanya diselenggarakan pada momen hari raya tertentu.
Selain Galungan dan Kuningan, keramaian serupa biasanya muncul saat Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi.
Terkait biaya operasional, pengelola masih menerapkan tarif tiket lama meski ada rencana kenaikan yang masih dikaji.
Wisatawan mancanegara dewasa dikenakan Rp30 ribu dan domestik dewasa Rp20 ribu. Sementara wisatawan asing anak-anak Rp20 ribu dan domestik Rp15 ribu.
“Untuk masyarakat lokal Bali, warga kita Rp10 ribu,” pungkasnya.(*)








