
KLUNGKUNG – Penataan lahan parkir dan tempat melasti di Pura Watu Klotok segera direalisasikan tahun ini. Pemkab Klungkung menyiapkan anggaran sekitar Rp 14 miliar untuk proyek tersebut. Anggaran bersumber dari pinjaman daerah.
Saat ini tahapan pengadaan masih menunggu hasil review dokumen tender oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sebagai syarat sebelum proses lelang dimulai.
Langkah ini menjadi tahap awal dari rencana penataan menyeluruh kawasan Pura Watu Klotok, sebagai upaya menjaga kesucian sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan umat yang tangkil.
Kepala Dinas PU Penataan Ruang Perumahan dan kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung I Made Jati Laksana mengatakan, meskipun ada proses review dokumen proyek oleh pejabat pengadaan barang dan jasa, masih cukup waktu untuk pelaksanaan proyek tahun ini.
Karena dua kegiatan tersebut volume pekerjaannya dinilai tidak terlalu besar. Pada kegiatan penataan lahan parkir, pekerjaannya meliputi pembuatan pedestrian, pembangunan tembok, serta pembuatan drainase.
“Agar pengunjung merasa nyaman, akan dibangun pedestrian, pembangunan tembok dan drainase,” kata Jati Laksana, dikonfirmasi Rabu (3/6/2026).
Area parkir yang akan ditata berada di dekat wantilan dimaksudkan agar kapasitas dan fungsinya lebih optimal, terutama saat hari-hari besar keagamaan.
Sedangkan penataan lokasi melasti meliputi dua tempat, khusus untuk Bhatara Turun Kabeh (Pura Besakih) dan lokasi melasti yang berada di sisi Selatan diperuntukan untuk masyarakat umum.
Pada lokasi yang diperuntukan untuk kegiatan keagamaan Pura Besakih (Bhatara Turun Kabeh) halaman yang saat ini ditumbuhi semak belukar akan di paving, pembangunan pagar.
Sementara lokasi melasti untuk masyarakat umum selain membangun dua bale pawedan permanen (tempat sulinggih), tempat banten dan tempat mendudukan jempana. Sebab, masyarakat yang melaksanakan melasti ke Pantai Watu Klotok tidak saja masyarakat Klungkung, juga ada dari kabupaten lain. Juga akan dibangun bale kambang di dekat tempat pesucian.
Secara keseluruhan, perencanaan penataan mencakup akses masuk hingga area belakang pura. Di pintu masuk kawasan, direncanakan pembangunan candi besar yang estetik sebagai penanda sekaligus pembatas kawasan suci.
Area pesisir juga akan ditata, termasuk penertiban warung dan gubug-gubug yang selama ini digunakan untuk menampung batu sikat. Keberadaan bangunan darurat tersebut dinilai mengganggu estetika dan merusak panorama pantai.
Pantai Watu Klotok dan Pura Watu Klotok selama ini dikenal sebagai pusat ritual keagamaan, seperti prosesi melasti hingga ritual peneduh jagat. Namun, kondisi kawasan dinilai masih perlu penataan agar lebih representatif dan selaras dengan nilai-nilai kesakralannya. (yan)








