
KLUNGKUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus mengoptimalkan kerja mesin partai hingga ke simpul terbawah, yakni anak ranting.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Klungkung yang digelar di Gedung KNPI Klungkung, Minggu (4/1/2026). Musancab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimaknai sebagai momentum strategis untuk menata ulang kekuatan partai di tingkat kecamatan.
Melalui forum ini, PDI Perjuangan Klungkung memastikan struktur partai tetap solid, disiplin, dan siap bekerja secara berjenjang dalam menjawab tantangan politik ke depan. Kegiatan Musancab berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Para kader dari berbagai kecamatan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, yang sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penyamaan visi perjuangan partai.
Dalam Musancab tersebut, ditetapkan sekaligus dilantik Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan masa bakti 2025–2030 di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. Adapun nama-nama yang dipercaya memimpin PAC masing-masing kecamatan yakni Anak Agung Gde Indra Prayoga sebagai Ketua PAC Kecamatan Klungkung, I Wayan Atmaja sebagai Ketua PAC Kecamatan Banjarangkan, I Wayan Sukarmi sebagai Ketua PAC Kecamatan Dawan, serta I Made Rudana Atmaja sebagai Ketua PAC Kecamatan Nusa Penida.
Pelantikan juga disertai pengukuhan struktur kepengurusan lengkap, mulai dari sekretaris, bendahara, hingga bidang pemenangan pemilu (bapilu). Pelantikan para pengurus PAC dilakukan langsung oleh Wakil Sekretaris Internal DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Tjokorda Gde Agung.
Dalam sambutannya, Tjok Agung menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Musancab di Klungkung yang dinilainya berjalan tertib, demokratis, dan penuh semangat gotong royong.
“Musyawarah Anak Cabang ini berjalan dengan lancar. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader PDI Perjuangan Klungkung. Ini adalah kerja politik sebagai bentuk perjuangan partai yang solid dan terorganisasi dengan baik,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Bali tersebut juga mengingatkan tantangan partai ke depan tidak semakin ringan. Dinamika politik, tuntutan masyarakat, serta kerja-kerja ideologis partai membutuhkan kesiapan organisasi yang kuat hingga ke tingkat bawah.
“Kerja politik ke depan membutuhkan kedisiplinan, loyalitas, dan kerja keras. Pengurus PAC harus mampu menjadi motor penggerak partai di wilayahnya masing-masing, sekaligus memastikan struktur di bawahnya, termasuk ranting dan anak ranting, benar-benar hidup dan bekerja,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menekankan Musancab merupakan bagian penting dari upaya memperkuat mesin partai agar selalu dekat dengan rakyat.
Ia mengajak seluruh pengurus PAC yang baru dilantik untuk menjalankan amanat partai dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Pengurus yang baru dilantik harus solid bergerak dan hadir di tengah masyarakat. Kerja-kerja partai harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat di wilayah masing-masing,” kata Gung Anom.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi yang berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari anak ranting, ranting, PAC, hingga DPC. Menurutnya, hanya dengan kerja organisasi yang rapi dan solid, seluruh program partai dapat dijalankan secara selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDI Perjuangan.
“Koordinasi antarstruktur partai harus terus diperkuat. Mesin partai harus bergerak satu komando agar program-program partai berjalan efektif, tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Gung Anom meminta, struktur PAC yang baru dilantik mampu menjadi ujung tombak perjuangan partai, sekaligus menghidupkan kembali simpul-simpul partai hingga ke tingkat anak ranting sebagai fondasi utama kekuatan politik PDI Perjuangan di daerah. (yan)








