
GIANYAR – Kebakaran menimpa Pura Dalem Ubud, Senin (8/9/2025) malam sekitar pukul 20.30 Wita. Dua bangunan yakni Bale Pesanekan dan Bale Pengingkup hangus terbakar. Kejadian ini diduga dipicu oleh bara api yang masih melekat pada property Sanghyang Jaran, yang sempat dipentaskan sesaat sebelum kejadian.
Penuturan Kelihan Adat Ubud Kaja, Wayan Putih Subadi, ditemui di lokasi kejadian Selasa (9/9/2025), setiap hari Jumat dan Senin rutin dipentaskan Kecak Dance disertai pertunjukan Sanghyang Jaran.
Pentas diadakan di atas panggung terbuka berlokasi di Nista Mandala (halaman luar Pura) dengan memanfaatkan Candi Bentar Pura Dalem sebagai latar belakang. Pertunjukan Kecak Dance itu disuguhkan untuk wisatawan yang berlibur dan berwisata di Ubud.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 19.30 Wita sampai selesai. Sesaat setelah pertunjukan dimulai, suguhan Kecak Dance diguyur hujan, sehingga pihak penyelenggara memindahkan pertunjukan Kecak Dance ke wantilan yang berada di sebelah utara pura.
“Setelah pertunjukan selesai seperti biasa, semua piranti pertunjukan ditempatkan di Bale Pesanekan. Kemungkinan masih ada bara api dalam piranti Sanghyang Jaran, inilah diduga menyebabkan kebakaran. Karena di sana (bale pesanekan) terdapat Jempana yang ikut terbakar,” ungkap Wayan Putih Subadi.
Informasi di lokasi kejadian, saat kejadian, saksi, I Ketut Wana (59), pecalang Desa Adat Ubud, bersama warga setempat sempat berusaha memadamkan api menggunakan selang air. Namun karena kobaran semakin membesar, pihaknya segera menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar dan Polsek Ubud.
Sekretaris Daerah Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama pun, sempat turun langsung mendatangi lokasi. Menurutnya, kobaran api yang cepat membesar sehingga masyarakat kewalahan memadamkan. Api baru dapat dikendalikan setelah enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dengan belasan petugas bersama warga.
Sesuai arahan penglingsir Puri Saren Ubud, Cokorda Lingsir Cok Gede Putra Sukawati, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace serta Cokorda Gede Sukawati, Sekda yang akrab disapa Gus Bem, perintahkan dua unit mobil damkar beserta petugasnya menjaga lokasi hingga pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1,7 miliar. (yan)








