
KLUNGKUNG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupatn Klungkung meminta warga agar waspada dan berhati-hati memberikan data kependudukan kepada orang lain yang tidak dikenal.
Pasalnya, belakangan marak upaya penipuan mengatas namakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang dilakukan melalui telpon maupun platform media sosial lainnya. Terbaru sebuah situs judi online mencatat nama Disdukcapil Klungkung.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, mengatakan, Disdukcapil tidak pernah menghubungi masyarakat melalui telepon, WhatsApp, SMS, atau tautan online untuk aktivasi atau pembaruan data Dukcapil.
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatas namakan Disdukcapil, masyarakat agar tidak mudah memberikan data pribadi seperti NIK, Nomor KK, atau informasi pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dikenal,” tandas Ida Bagus Jumpung, dihubungi Minggu (8/6/2025).
Ia menegaskan, Disdukcapil tidak pernah menghubungi masyarakat melali WhatsApp, SMS, media sosial atau tautan online untuk meminta data pribadi atau menawarkan layanan Kependudukan. Seluruh layanan Disdukcapil bersifat gratis.
“Jika ada pihak yang meminta pembayaran segera laporkan kepada pihak yang berwenang,” tegas pejabat asal Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung ini.
Ia menambahkan proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital IKD) hanya dapat dilakukan secara langsung melalui pelayanan di Kantor Disdukcapil, Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun gerai pelayanan resmi Disdukcapil lainnya.
Ia mengingatkan masyarakat jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatas namakan Disdukcapil, agar segera melakukan konfirmasi ke kantor Disdukcapil atau melaporkannya kepada pihak berwenang.
Soal situs judi online, Ida Bagus Jumpung mengungkapkan, hal tersebut sudah diketahui sejak sepekan lalu. Pasca munculnya situs promosi judol yang mencatut nama Disdukcapil Klungkung, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kominfo.
“Jadi situs judol itu mengatas namakan Disdukcapil Klungkung. Tidak sampai menembus server kami, karena data kami kan terpusat. Hanya mengatasnamakan saja disdukcapil,” ujarnya. (yan)








