
BULELENG – Banyaknya kejanggalan pada mayat Kadek Adi Wijaya (24) yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di Perumahan Grand Lovina Banjar Dinas Celukbuluh Desa Kalibukbuk pada hari Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 01.00 Wita, tak hanya membuat Perbekel Desa Selat, Putu Mara merasa perihatin.
Berdasarkan informasi keluarga korban dan warga masyarakat, Perbekel Mara mendatangi Mako Polsek Singaraja untuk berkoordinasi sekaligus mendesak Kapolsek Singaraja Kompol Made Juli untuk mengusut tuntas kematian warganya.
“Saya kesini untuk menindaklanjuti penemuan mayat warga kami di Grand Lovina,” ungkap Perbekel Desa Selat Kecamatan Sukasada I Putu Mara usai melakukan koordinasi di Mako Polsek Singaraja, Selasa (6/5/2025).
Selaku perbekel, kata Mara, pihaknya memiliki tanggungjawab terhadap masyarakatnya yang ditemukan meninggal dunia di luar wilayah dan kematiannya terindikasi secara tidak wajar.
“Selain memfasilitasi penanganan jenasah di RSUD Kabupaten Buleleng, kami selaku perbekel juga melakukan koordinasi, bertukar data informasi sekaligus mendesak Kapolsek Singaraja untuk mengusut tuntas kematian warga kami yang terindikasi tidak wajar. Sejumlah data informasi sudah kami sampaikan kepada bapak kapolsek, dengan harapan dapat membantu upaya penyelidikan yang sedang dilakukan,” tandas Perbekel Mara diapresiasi Made Juli.
Selaku Kapolsek Singaraja, Kompol Made Juli mengapresiasi informasi yang disampaikan sebagai bahan, bukti petunjuk bagi Tim Opsnal Polsek Singaraja dalam melakukan penyelidikan terkait penemuan jenasah di Perumahan Grand Lovina.
Mantan Kabagren Polres Buleleng ini menegaskan, penyelidikan tetap dilakukan meski jenasah korban, Kadek Adi Wijaya sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami mengapresiasi data informasi yang disampaikan Perbekel Desa Selat sebagai bukti petunjuk yang akan ditindaklanjuti penyidik Unit Reskrim Polsek Singaraja. Kami juga berharap kepada Perbekel Desa Selat untuk mendorong warganya, memberikan keterangan termasuk mengijinkan dilakukan otopsi untuk dapat mengungkap penyebab kematian korban,” tandasnya.
Penyidik juga masih mendalami kondisi korban yang diduga mengalami depresi karena ditengah proses penyusunan skripsi harus bertanggungjawab atas kehamilan sang pacar. (kar/jon)








