
KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung di bawah kepemimpinan Bupati I Made Satria memperkuat komitmennya dalam pelestarian subak. Subak merupakan warisan budaya pertanian Bali yakni terkenal karena sistem pembagian air dan pengaturan pola tanam.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Bupati Satria memfasilitasi pembuatan akta pendirian bagi kelompok-kelompok subak yang belum memiliki legalitas formal.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Bupati Satria saat menerima audiensi dari 13 kelian subak yang berasal dari Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Klungkung di rumah jabatan bupati, Rabu (16/4/2025).
Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, bersama jajaran.
“Pembuatan akta pendirian ini menjadi syarat penting agar subak yang ada dapat mengakses bantuan dalam Program Percepatan Pembangunan Tata Guna Air Irigasi, terutama untuk rehabilitasi saluran irigasi tersier,” ujar Bupati Satria.
Menurutnya, keberadaan subak tidak hanya berperan sebagai sistem pengairan pertanian, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat Bali.
“Kami berkomitmen untuk menjaga eksistensi subak agar tetap lestari. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Bupati.
Bupati Satria juga mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan pengalokasian dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memberikan insentif kepada para kelian subak.
Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, Kelian Subak Gombeng Kelod, Desa Nyalian, I Wayan Mustika, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Klungkung terhadap kelompok subak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitasi pembuatan akta ini. Ini sangat membantu kami dalam mengajukan bantuan program irigasi,” ungkap Mustika.
Dengan fasilitasi ini, diharapkan para kelompok subak di Klungkung semakin terdorong untuk memperkuat kelembagaan mereka dan secara aktif terlibat dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. (yaan)








