Umum

Konflik Batin ‘Raya Raya Cinta’ di Masa Pandemi

DENPASAR – Konflik batin dan konflik keluarga Cinta terdampak pandemi diangkat Komunitas Mahima dalam pentas seni pergelaran (Adilango) Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2021 di panggung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (29/10/2021) malam.

Naskah garapan berjudul “ Raya Raya Cinta “ ditulis sekaligus disutradarai Kadek Sonia Piscayanti. Mengisahkan ayah Cinta di-PHK, ibunya berjualan tapi tak seramai biasanya, empat adik perempuannya masih sekolah sehingga memiliki kebutuhan yang tak sedikit.

Pementasan berdurasi satu jam itu juga menceritakan Cinta yang hampir menyerah dengan cintanya. Apalagi, ada sahabat dekatnya yang ternyata jatuh cinta pada Raya (diperankan Agus Wiratama). Seakan semuanya tiada berujung, bagaimana Cinta dan Raya menyelesaikan semuanya. Itulah yang menjadi alur konflik dalam naskah ini.

Komunitas Mahima melibatkan beberapa aktor muda berusia 10 tahun dan belasan tahun. Sebut saja Gek Princessa (10) yang berperan sebagai Asa dan Putu Putik Padi (13) sebagai Laut. Keduanya adalah pembaca puisi yang langganan juara sejak belia. Di pentas ini, mereka menyuguhkan penampilan berbeda.

Menurut Sonia, pandemi berkepanjangan membuat manusia terjebak dalam chaos tiada henti.

“Namun, yang membuat kita bertahan senantiasa adalah cinta. Raya Raya Cinta adalah naskah yang menitikberatkan pada cinta pada manusia, sosial dan sekaligus adaptasi terhadap pandemi sebagai bentuk eksistensi manusia dan cara-cara memandang hidup yang lebih beragam dengan perspektif beragam, masalah dapat diatasi,” katanya.

Pentas seni ini didukung musik puisi indah garapan Tika Puspita, Carolina Ajeng dan Anggara Surya. Pemeran Raya, Agus Wiratama adalah aktor teater yang telah lama berpengalaman di dunia teater. Ia juga dikenal sebagai penulis. (sur)

Back to top button