
KARANGASEM—- Populasi sapi Bali yang ada di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2020).
Hal ini dikarenakan inseminasi buatan (IB) yang dilaksanakan Dinas Pertanian setempat sukses diijalankan melalui program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Made Ari Susanta menyebut, tahun 2021 secara umum perkembangan populasi sapi Bali di Karangasem mengalami peningkatan. Namun capaian itu baru input dalam satu tahun kalender.
Sebagai acauan, kata dia, tahun 2020 lalu populasi sapi Bali di Karangasem berjumlah 126 ribu ekor.
“Tahun ini capainnya masih sedang proses, karena datanya di input dalam setahun dan bukan per semester,” ucap Sri Susanta dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (30/10/ 2021).
Dikatakan, populasi sapi terbesar di Karangasem terdapat di Kecamatan Rendang. Mengingat daerah tersebut memiliki lahan yang cukup luas dan didukung dengan geografis wilayah yang sejuk. Sehingga pakan yang dihasilkan di Rendang lebih hijau.
“Terutama di daerah atas. Peternak sapi di sana juga memanfaatkan sela-sela hutan untuk ditanami pakan seperti rumput gajah dan lainnya,” ungkapnya.
Ari menuturkan, penunjang kestabilan peternakan sapi di Karangasem tidak lepas dari program Sikomandan.
Program ini, kata dia, pemerintah melalui Dinas Pertanian melakukan percepatan pengoptimalan reproduksi sapi. Sehingga peternak tidak kehilangan momen untuk mengawinkan sapinya dan cepat mendapatkan anak sapi.
“Program Sikomandan sangat membantu peningkatan populasi sapi di Karangasem dan selalu stabil,” katanya.
Namun, kebijakan refocusing anggara dari pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19 membuat pelaksanaan program Sikomandan tahun ini tidak bisa banyak. Kendati demikian petugasnya dilapangan terus melakukan kawin suntik.
“Artiinya kendati ada pengurangan anggaran karena penanganan Covid, namun target tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya. (wat,yan)








