
GIANYAR – Di tengah kritisnya ketersediaan oksigen, dua rumah sakit di Kabupaten Gianyar hanya menerima pasokan oksigen setengah dari kebutuhan pasien setiap hari.
Di RSU Payangan, dari analisa kebutuhan real time pasien memerlukan 240 ton atau 40 tabung oksigen besar dalam sehari. “Suplai dari PT Samator, per harinya rata-rata 20 tabung atau setengah dari kebutuhan kami,” kata Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra didampingi Kabag Umum Setda Gianyar, Gusti Bagus Adi Wicaksana Widya Utama, Kamis 22 Juli 2021.
Pihaknya sedang mengamprah melalui SSO Inventory Oksigen Satgas Oksigen Provinsi Bali. “Update setiap saat sesuai jumlah dan kondisi pasien,” ujarnya sembari berharap melalui sistem SSO penyedia oksigen dari PT Samator bisa memenuhi kebutuhan oksigen.
Disinggung adanya pasien yang dirujuk, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra menegaskan tidak semata-mata karena keterbatasan oksigen, tapi karena kondisi pasien. “Pasien yang dirujuk adalah pasien gejala berat dengan kebutuhan alat HFNC atau Ventilator O2 cepat. Alat ini memang belum tersedia di RS Payangan,” tegasnya.
“Masalah dirujuk ke rumah sakit pemerintah atau swasta tidak ada masalah karena semua pasien Covid-19 ditanggung oleh negara,” imbuhnya.
Sementara, di RSUD Sanjiwani Gianyar, pemesanan per hari melalui aplikasi sesuai kebutuhan 219 tabung. Namun, yang diterima sekitar 165 tabung. Kekurangan sudah dikomunikasikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (jay)








