
DENPASAR – Selama pemberlakukan PPKM Darurat Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali bakal melakukan pemadaman lampu mulai dari tempat wisata, jalan, hingga tempat umum pada pukul 20.00 WITA.
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan menegaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara belum memutuskan perlunya pemadaman lampu sesuai ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 R Tahun 2021 tanggal 7 Juli 2021. “Pertimbangannya karena (pemadaman lampu) itu bukan menyelesaikan masalah,”ujar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Jumat 9 Juli 2021.
Kapolresta menyampaikan, sesuai disampaikan Wali Kota Denpasar sekaligus hasil rapat koordinasi, pemadaman lampu justru dikhawatirkan menimbulkan kerawanan baru terutama tindak kriminalitas. “Terpenting sekarang itu koordinasi antara Polri dengan TNI dan Pemerintah Kota termasuk juga desa adat agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangai mobilitas,”tegasnya.
Sementara, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengaku belum berkoordinasi dengan PLN terkait pemadaman khususnya lampu penerangan jalan (LPJ) selama pemberlakukan PPKM Darurat. “Jadi, belum ada rencana kesana. Sangat berbahaya juga jika kita lakukan pemadaman lampu penerangan jalan. Bahayanya ya, kriminal meningkat, ketika kurangnya cahaya di malam hari apalagi di tempat-tempat umum, pastinya akan membuat peluang kesempatan seseorang untuk melakukan kejahatan,” ujar Roby Septiadi saat ditemui di Polres Badung.
Selama PPKM Darurat, Polres Badung mengedepankan imbauan kepada masyarakat serta berupa penyekatan. “Kita lebih sifatnya imbauan kepada masyarakat bahwa sesuai dengan aturan dari SE Gubernur Bali nomor 9 tahun 2021, aktivitas hanya selesai sampai pada pukul 20.00 WITA. Kita mengimbau dan menyarankan masyarakat untuk kembali ke rumah sesuai itu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Roby Septiadi juga membantah adanya anggapan sebagian orang yang mengatakan PPKM dilakukan untuk mematikan perekonomian Bali. Ia menegaskan, penerapan PPKM murni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Itu murni untuk mengurangi aktivitas. Silakan tetap kita mencari penghidupan dari rumah. Saat ini sudah banyak sarana internet maupun jaringan apapun sehingga kita bisa tetap berusaha dari rumah. Jadi, kampanye kami saat ini sekali lagi agar masyarakat tetap di rumah,” harapnya. (dum)








