
KLUNGKUNG-Kabupaten Klungkung memiliki potensi luar biasa dalam hal produk olahan ikan sebagai sumber pangan.
Sebab, Kabupaten Klungkung memiliki pusat pemindangan ikan (PPI) terbesar di Bali, berlokasi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Sayangnya, hasil olahan ikan di Kabupaten Klungkung hanya satu ragam berupa ikan pindang.
Salah seorang anggota DPRD Klungkung,Sang Nyoman Putrayasa mencermati kondisi ini. Ia mendorong dinas terkait lebih proaktif melakukan pembinaan dan pelatihan kepada warga, sehingga kedepan lahir produk-produk beragam dari olahan ikan.
“Klungkung punya potensi ikan, pindang Kusamba jadi ikon. Perlu inovasi tidak saja pindang, dibuat abon ikan Kusamba, soto ikan Kusamba atau bakso. Maka perlu inovasi,” tandas politisi PDIP ini.
Jika penganekaragaman berjalan dengan baik, maka akan berimbas pada ekonomi masyarakat, kesejahteraan nelayan meningkat, lahir rumah-rumah produk olahan ikan.

“Perlu ada pelatihan bagaimana mengelola ikan saat hasil berlimpah,” ungkap Sang Nyoman Putrayasa, asal Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan.
Sebagai sumber pangan, ikan memiliki kandungan gizi sangat baik seperti protein sebagai sumber pertumbuhan, asam lemak omega bermanfaat untuk kesehatan ibu dan pembentukan otak janin, mengandung vitamin dan sumber mineral yang sangat bermanfaat bagi ibu dan janin. (yan)








