
DENPASAR – Solidaritas untuk drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ary Astina alias Jerinx terus digaungkan. Tak terkecuali dari penggiat musik punk di Bali yang terkumpul dalam wadah Punks Reformasi.
Bentuk solidaritas mereka tuangkan dengan merilis lagu sekaligus video musik “Bali Bersama JRX”.”Lagu ini adalah bentuk solidaritas juga penyemangat untuk Ary Astina a.k.a JRX SID, dan semua orang yang memperjuangkan kebebasan berpendapat, berekspresi, karena tidak ada standar ganda untuk itu,” kata si penulis lirik lagu Roy Djihard, Rabu 19 Mei 2021.
Dalam konteks perkara Jerinx, Punks Reformasi berpendapat seharusnya suami Nora Alexandra itu bebas dari jeratan hukum. Meski putusan hakim berbeda dan akhirnya menjatuhkan vonis penjara kepada Jerinx.
“Hal itu yang menjadi salah satu pemicu tercetusnya ide untuk penggarapan lagu “Bali Bersama JRX”. Di saat semua diam, JRX maju terdepan menyuarakan ketidakadilan dari ibu hamil yang harus kehilangan bayinya hanya karena harus melewati proses rapid test kala itu dan akhirnya menyeretnya ke penjara,” ujar vokalis The Djihard ini.
“Walaupun JRX berhasil dibungkam, semangat perjuangannya selalu akan dikobarkan khususnya di tanah kelahirannya, Bali,” imbuhnya.
Berbicara konsep lagu “Bali Bersama JRX” sejatinya telah dipersiapkan Roy Djihard di penghujung tahun 2020, tapi baru terealisasi penggarapannya pada Maret 2021. “Untuk proses penulisan lirik, aransemen musiknya sudah dari tahun lalu dan di bulan Maret 2021 kami garap bersama di Devan Studio, termasuk juga proses mixing dan masteringnya,”ungkapnya.
Proses produksi video musik sendiri ditangani Purdana Scream dan Botel Torpedo yang menjadi bagian dari Punks Reformasi di bawah bendera “Torpedo TV”. Dalam video musik “Bali Bersama JRX”, Punks Reformasi melibatkan Nora Alexandra, istri Jerinx.
Lagu sekaligus video musik “Bali bersama JRX” dirilis di basecamp Punks Reformasi di Pondok Baladewa secara live pada Kamis 20 Mei 2021. “Launching event, kami masih menunggu schedule dari Twice Bar yang notabene adalah “rumah” dari JRX, dan memang akan lebih elok jika launching event ini akan digelar disana,” ujar Botel Torpedo menimpali.
Roy Djihard dan Botel Torpedo mewakili Punks Reformasi menyampaikan terima kasih untuk para pihak yang sudah membantu dan support sehingga lagu dan video musik “Bali Bersama JRX” rampung. “Semoga ini bisa menginspirasi tentang rasa solidaritas persaudaraan dan juga perjuangan untuk kebebasan berpendapat dan berekspresi, ” harap Roy Djihard.
Sekilas tentang Punks Reformasi. Mereka awalnya adalah wadah beberapa band punk di Kota Denpasar (Criminal Asshole, Reject, The Djihard, Rongsokan, Total Vandal, Rawback, Pendosa, Ranjau, Jahanam) yang ikut dalam barisan gerakan “Bali Tolak Reklamasi”. Seiring berjalannya waktu, mereka bertransformasi menjadi komunitas yang kerap turun di berbagai kegiatan sosial dan juga menjadi band yang selalu menyuarakan perlawanan, kritik sosial dalam setiap penampilannya.
Punks Reformasi diawaki Yande Reject, Jayak Criminal, Roy Djihard, Gus Surya Vandal, Katox Freedom, Defuckingdick, Tongzhell, Turah Rawback, Lengar reject, Yuve tham, Shynta Bagwel, Pecon Ranjau, Bego, Purdana Scream, Botel Torpedo dan Dek Jerink. (sur)








