
KLUNGKUNG – Musibah ledakan balon gas yang melukai 11 orang, termasuk sejumlah anak-anak, saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung Minggu (19/7/2026), langsung memicu langkah tegas Pemkab Klungkung.
Bupati Klungkung I Made Satria menginstruksikan agar seluruh kegiatan seremonial pemerintah maupun berbagai event di Kabupaten Klungkung ke depan tidak lagi menggunakan balon gas sebagai bagian dari rangkaian acara.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati usai menjenguk korban di RSUD Klungkung, Minggu (19/7/2026) petang. Instruksi sekaligus menjadi respons atas insiden yang mengubah suasana perayaan menjadi kepanikan. Ledakan balon berisi gas yang sempat mengudara kemudian kembali jatuh mengakibatkan 11 warga mengalami luka bakar. Korban tidak hanya orang dewasa, tetapi juga beberapa anak yang berada di sekitar lokasi.
Bupati I Made Satria menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik. Tradisi pelepasan balon yang selama ini identik dengan seremoni dinilai perlu dievaluasi karena memiliki potensi membahayakan apabila tidak dikelola dengan standar keamanan yang memadai.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik. Kedepannya, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi yang menggunakan balon gas. Lebih baik kita beralih ke alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya,” tegas Bupati Satria.
Ia mengatakan, insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh perangkat daerah, panitia kegiatan maupun pihak ketiga yang terlibat dalam penyelenggaraan sebuah acara. Menurutnya, kemeriahan sebuah kegiatan tidak boleh mengabaikan aspek mitigasi risiko.
Selain menghentikan penggunaan balon gas, Bupati Satria juga meminta seluruh penyelenggara kegiatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap rangkaian acara yang berpotensi menimbulkan bahaya. Setiap bentuk atraksi atau seremonial yang menggunakan bahan mudah terbakar maupun peralatan berisiko tinggi harus melalui kajian keamanan yang lebih ketat.
Bupati menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden meledaknya puluhan balon gas saat acara berlangsung meriah. Ia mendoakan para korban diberikan kesembuhan yang cepat, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan masyarakat.
Peristiwa ledakan balon gas sendiri menjadi perhatian luas masyarakat. Di tengah antusiasme warga mengikuti puncak Harkopnas, ledakan yang terjadi saat balon tidak dapat mengudara dengan sempurna menimbulkan kepanikan.
Korban yang mengalami luka bakar langsung mendapat penanganan medis di RSUD Klungkung. Humas RSUD Klungkung Gusti Putu Widiyasa dikonfirmasi Senin (20/7/2026) menyampaikan, dari 11 korban yang sempat menjalani perawatan, saat ini tinggal tiga korban masih dirawat intensif.
“Ketiganya mengalami luka bakar, ada yang pada bagian wajah dan tangan,” kata Gusti Widiyasa. (*)








