
GIANYAR – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, aktivitas pemotongan babi di berbagai wilayah di Bali mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari UPTD Puskeswan III Gianyar, yang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah yang kurang baik.
Kepala UPTD Puskeswan III Gianyar, drh. I Nyoman Arya Dharma, Rabu (12/11/2025), mengatakan peningkatan aktivitas pemotongan babi sering kali tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai. Limbah organik seperti darah, isi perut, dan sisa daging yang dibuang sembarangan dapat mencemari air tanah serta memicu pertumbuhan bakteri dan parasit berbahaya.
“Kondisi ini bisa memicu pertumbuhan bakteri patogen seperti E. coli, Salmonella, hingga parasit Taenia solium yang berisiko bagi kesehatan manusia,” ujarnya seizin Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Anak Agung Putri Ari.
Dijelaskan pula, limbah yang tidak dikelola dengan benar dapat menurunkan kualitas air tanah, menimbulkan bau tidak sedap, serta menarik hewan liar pembawa penyakit. Masyarakat yang menggunakan air dari sumber terkontaminasi juga berisiko mengalami infeksi saluran pencernaan dan gangguan kulit.
Arya Dharma menekankan pentingnya edukasi dan penerapan sistem pengelolaan limbah ramah lingkungan, seperti biofilter atau biogas digester.
“Galungan dan Kuningan adalah momen suci. Jangan biarkan kesuciannya tercemar oleh limbah yang membahayakan lingkungan dan kesehatan,” pesannya.(dar,yan)








