
GIANYAR – Timbulan sampah di Kabupaten Gianyar berkurang drastik semenjak kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Arsana, mengatakan sebelum adanya TPS3R, timbulan sampah di Gianyar mencapai sekitar 450 ton per hari. Namun berkat pengelolaan yang lebih terarah, angka tersebut kini turun menjadi 228 ton per hari. Dari total 64 desa di Gianyar, sudah 46 desa yang memiliki TPS3R. Pada 2025 nanti akan bertambah di Desa Suwat dan Desa Celuk.
“Bahkan Desa Ketewel sudah mengoperasikan dua unit TPS3R karena luas wilayah dan kebutuhan pengelolaannya lebih tinggi,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Meski demikian, Arsana menyatakan, program pengelolaan sampah tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kultur kehidupan masyarakat.
Saat ini, Gianyar menerapkan sistem pemilahan sampah berbasis hari. Setiap Senin, Rabu, dan Jumat warga diminta mengeluarkan sampah organik, sedangkan Selasa dan Sabtu untuk sampah anorganik, serta Kamis dan Minggu untuk sampah residu.
“Dengan pola seperti ini, masyarakat terbiasa memilah sejak dari rumah. Sampah organik bisa lebih cepat diolah, anorganik lebih mudah dimanfaatkan kembali, sementara residu dapat ditangani sesuai prosedur,” ujarnya.
Untuk memperkuat sistem tersebut, juga memanfaatkan teba modern, hal ini sangat membantu dalam mempercepat penguraian sekaligus mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA.
Meski progres pengelolaan sampah berjalan baik, kendala lahan masih menjadi salah satu tantangan bagi desa yang belum membangun TPS3R. (dar,yan)








