
GIANYAR – Kehadiran Bupati Gianyar I Made Mahayastra di tengah para pemain sepak bola menjadi tambahan energi tersendiri bagi skuad Gianyar saat tampil di partai final cabang olahraga sepak bola Porprov Bali XVI/2025.
Bertanding di Stadion Samudera, Kuta, Selasa (16/9/2025), Gianyar akhirnya keluar sebagai juara setelah menumbangkan tim tangguh Denpasar dalam laga dramatis yang berlangsung hingga babak tambahan waktu.
Partai puncak tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Mahayastra bersama Ketua DPRD Gianyar Ketut Sudarsana, Sekda Gianyar, serta jajaran pejabat yang hadir memberikan dukungan penuh dari tribun penonton.
Kehadiran pimpinan daerah ini terbukti memompa semangat tim Gianyar yang tampil penuh determinasi meski sempat tertinggal dan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38.
Sejak awal laga, pertandingan berlangsung ketat. Denpasar sempat unggul cepat melalui gol Joshua Darma Putra di menit ke-9. Namun Gianyar berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi tendangan bebas I Made Deva Laksmana Putra lima menit berselang.
Petaka menimpa Gianyar ketika pemainnya, Bagas Bayu Janu Arianto, diganjar kartu merah di menit ke-38. Meski demikian, justru Gianyar mampu berbalik unggul 2-1 melalui gol kedua Made Deva jelang turun minum.
Pada babak kedua, Denpasar kembali menekan dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol I Gede Sheva Pratama di menit ke-85. Skor imbang bertahan hingga 90 menit, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Mental baja para pemain Gianyar benar-benar teruji. Meski sempat kembali tertekan, skuad berjuluk “Laskar Seni” itu berhasil membalikkan keadaan. Gol penentu kemenangan membuat Stadion Samudera bergemuruh, sekaligus memastikan Gianyar meraih emas yang telah lama dinantikan di cabang olahraga sepak bola. Ketua Umum KONI Gianyar, Dewa Gede Alit Mudiarta, tak kuasa menyembunyikan kebanggaannya.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan tim yang bermain luar biasa solid. Medali emas sepak bola ini sudah lama kita tunggu, akhirnya tercapai,” ujarnya penuh haru.
Dewa Alit menambahkan, meski Gianyar tidak keluar sebagai juara umum Porprov, pencapaian emas di cabang olahraga populer seperti sepak bola dan voli sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, hal ini merupakan hasil dari kerja keras pelatih, official, serta konsistensi pembinaan atlet.
“Kehadiran Bupati dan pimpinan daerah di stadion juga memberi semangat luar biasa bagi pemain. Bahkan dengan 10 orang, anak-anak tetap fokus dan disiplin. Fisik, mental, dan emosi mereka terjaga sampai akhir,” tandasnya. (yan)








